Breaking News:

Okupansi Hotel di Banten Turun hingga 50 Persen Pasca Tsunami Selat Sunda

Okupansi kamar hotel di kawasan Carita, Cinangka, dan Panimbang Banten diperkirakan turun lebih dari 50 persen pascaperistiwa tsunami Selat Sunda.

Editor: Sinta Agustina
pixabay.com
ILUSTRASI kamar hotel 

TRIBUNTRAVEL.COM - Okupansi kamar hotel di kawasan Carita, Cinangka, dan Panimbang Banten diperkirakan turun lebih dari 50 persen pascaperistiwa tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam.

Penurunan itu lantaran disebabkan wisatawan yang menjadi korban, dan ketidaknyamanan yang muncul pascatsunami.

"Okupansi drop lebih hingga lebih dari 50 persen di Tanjung Lesung, Carita, Cinangka. Mereka banyak yang check out karena merasa tak nyaman dengan kondisi sekarang," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Achmad Sari Alam saat dihubungi KompasTravel, Minggu (23/12).

Menurutnya, ada sekitar 1.000 kamar penginapan yang terdampak pascatsunami.

Jumlah itu termasuk penginapan bertipe resort, homestay, dan cottage.

Lihat Juga:

"Yang bermasalah dan terdampak itu hanya Tanjung Lesung, Cinangka, Carita. Yang terparah itu Hotel Mutiara, Tanjung Lesung, dan hotel-hotel lain," ujar Achmad.

Proses pemulihan okupansi dan iklim pariwisata di daerah terdampak tsunami Selat Sunda, lanjut Ahmad, khususnya di Banten akan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

Hal itu karena area restoran, kolam renang, dan cottage banyak yang terdampak.

"Dari Anyer sudah ada yang beberapa check out. Di Anyer sudah kira-kira 80 persen yang reservasi untuk tahun baru. Mudah-mudahan tak ada yang batal karena pertimbangan bencana. Kalau bisa nanti bisa kembali ke Anyer, kita promosi bersama," ujarnya.

Ia menekankan wilayah Anyer tak terdampak tsunami Selat Sunda.

Dampak terberat yang terlihat adalah wilayah Tanjung Lesung, Cinangka, dan Carita.

"Kiranya supaya jadi pertimbangan lagi. Harapan kami tidak kekhatiwaran yang berlebih dan kami pasti berikan pelayanan yang terbaik untuk wisatawan," tambah Achmad.

Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12) malam di pesisir Selat Sunda.

Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten terparah yang terdampak tsunami.

Kerusakan bangunan fisik di Pandeglang tercatat 446 unit rumah rusak, 9 unit hotel mengalami rusak berat, dan 60 warung rusak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tsunami Selat Sunda, Okupansi Hotel di Banten Turun sampai 50 Persen.

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved