Breaking News:

Mengenal Funa-Zushi, Sushi Tua di Jepang yang Diolah Selama 3 Tahun

Teknik fermentasi yang bertujuan untuk membuat makanan lebih awet juga diterapkan pada satu jenis sushi di Jepang yang disebut funazushi.

fermentation-products.com
Funazushi, sushi tua di Jepang yang proses pembuatannya membutuhkan waktu tiga tahun. 

Baru pada abad ke-19 ketika sushi gaya Edo, atau sushi yang umum dikenal seperti saat ini diciptakan.

Beras asam itu ditiru dengan cara mencampur cuka beras segar untuk membuat nasi sushi, dan bahan mentah segar digunakan sebagai pengganti ikan fermentasinya.

Di Shiga, narezushi disebut funazushi.

Fermentasi digunakan sebagai cara untuk mengawetkan stok makanan untuk musim dingin.

Seperti banyak makanan Jepang lainnya (umeboshi, natto, dan lainnya), funazushi menjadi makanan nasional, bahkan meski makanan segar tersedia sepanjang tahun.

Funazushi semakin langka.

Karena ikan segar kini tersedia dan semakin mudah ditemukan, sushi modern pun semakin berkembang.

Sehingga membuat funazushi agak 'ketinggalan zaman.'

Orang Jepang yang berasal dari generasi yang lebih muda memiliki selera lebih kebarat-baratan.

Mereka cenderung kurang berselera untuk menikmati funazushi.

Saat ini, funazushi hanya dapat ditemukan di Shiga, Jepang dan teknik fermentasi seperti itu akan semakin langka.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved