Atasi Kemacetan, Luksemburg akan Gratiskan Semua Transportasi Umum pada 2019 Mendatang

Luksemburg dilaporkan akan menggratiskan semua transportasi umum di negara tersebut.

Atasi Kemacetan, Luksemburg akan Gratiskan Semua Transportasi Umum pada 2019 Mendatang
Pixabay/paulohabreuf
Ilustrasi Bus 

TRIBUNTRAVEL.COM - Luksemburg dilaporkan akan menggratiskan semua transportasi umum di negara tersebut.

Alasan pemerintah negara Eropa menggratiskan semua biaya transportasi umum dengan tujuan mengatasi kemacetan lalu lintas dan fokus pada lingkungan.

Apabila peraturan resmi diberlakukan, nantinya Luksemburg menjadi negara pertama di dunia yang membuat semua transportasi publikn gratis.

Dilansir dari The Guardian, transportasi umum yang akan digratiskan tersebut antara lain tarif kereta api, trem, dan bus.

Rencana penggratisan transportasi umum ini akan mulai dilakukan pada musim panas 2019 mendatang.

Diketahui rencana ini merupakan rencana pemerintah setelah dipilihnya kembali oleh Xavier Bettel menjadi perdana menteri Luksemburg .

Ilustrasi kemacetan
Ilustrasi kemacetan (expatmedia.net)

Dalam sumpahnya, Bettel berjanji untuk memprioritaskan lingkungan seperti yang dia kampanyekan ketika pada masa pemilihan.

Selain transportasi umum yang gratis, pemerintah juga akan menambah dua hari libur nasional baru.

Seperti yang kita tahu, kota Luxemburg masuk dalam daftar kota yang memiliki kemacetan lalu lintas terburuk di dunia.

Padahal kota ini hanya dihuni bagi sekitar 110.000 orang, tetapi 400.000 melakukan perjalanan ke kota untuk bekerja.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengemudi di ibukota menghabiskan rata-rata 33 jam dalam kemacetan lalu lintas pada tahun 2016.

Ilustrasi macet.
Ilustrasi macet. (Autoevolution)

Sementara secara keseluruhan, negara ini memiliki 600.000 penduduk dan hampir 200.000 orang yang tinggal di Prancis, Belgia, dan Jerman menyeberangi perbatasan setiap hari untuk bekerja di Luksemburg.

Sebelumnya, pemerintah juga menggratiskan transportasi umum untuk setiap anak dan remaja di bawah usia 20 tahun pada musim panas ini.

Siswa sekolah menengah dapat menggunakan transportasi umum secara gratis antara sekolah ke rumah mereka atau sebaliknya.

Mereka hanya perlu membayar sekitar 2 Euro (Rp32.000) untuk perjalanan hingga dua jam.

Dengan gratisnya transportasi umum, diharapkan banyak orang yang akan lebih suka menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi sehingga kemacetan di negara ini bisa teratasi.

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved