The Merry Cemetery of Sapanta, Pemakaman di Rumania yang Jauh dari Kesan Menyeramkan

Kalau biasanya pemakaman menjadi tempat yang sedih dan menyeramkan, Merry Cemetery dibuat untuk menghilangkan kesan menyeramkan.

The Merry Cemetery of Sapanta, Pemakaman di Rumania yang Jauh dari Kesan Menyeramkan
Instagram/thomasdiersche
The Merry Cemetery of Sapanta 

TRIBUNTRAVEL.COM - Merry Cemetry adalah komplek pemakaman yang dibuat dengan konsep yang berbeda dari pemakaman yang biasa kita kenal pada umumnya.

Biasanya pemakaman mempunyai kesan sebagai tempat yang sedih dan menyeramkan.

Namun, tidak demikian dengan Merry Cemetery.

Merry Cemetery dibuat untuk menghilangkan suasana menyeramkan ketika masuk ke dalam area pemakaman.

Pada awalnya, Merry Cemetery di prakarsai oleh Stan Ioan Pastras, dengan konsep pemakaman yang lucu dan menghibur, pemakaman ini menjadi pekuburan paling unik di dunia.

Pekuburan Merry ini terletak di Kota Sapanta, daerah Maramures, Rumania dikenal dengan batu nisan dan salib dengan corak, gambar dan warna yang lucu.

The Merry Cemetery of Sapanta
The Merry Cemetery of Sapanta (Instagram/patronatosanvincenzo)

Pada batu nisan di pekuburan ini, ada gambar yang melukiskan momen kehidupan dan pekerjaan orang yang dikubur di bawahnya.

Pada salibnya pun dibawah gambar tokoh yang dikuburkan kadang dituliskan dengan kata-kata yang menimbulkan kesan lucu seperti "The Mother's in Law Cross," dan "I died because Death forced me."

Stan Ioan Patras adalah pematung yang tidak terkenal pada tahun 1935, dia adalah orang pertama yang mengukir batu nisan di salah satu salib tersebut.

Sejak saat itu, banyak yang mengikuti jejak Stan Ioan Patras, lebih dari 800 batu nisan dan salib yang terbuat dari kayu menggambarkan kehidupan orang yang telah meninggal tersebut.

The Merry Cemetery of Sapanta
The Merry Cemetery of Sapanta (Instagram/eldiscretoencantodeviajar)

Setelah Stan meninggal, tradisi ini dilanjutkan oleh muridnya yakni Dumitru Pop Tincu.

Pada salib nisan tersebut diukir kehidupan para tokoh dengan bentuk kartun yang lucu seperti anak-anak bermain, perempuan memintal atau pria yang memanggang roti.

Tidak hanya itu, di bawah ukiran para tokoh yang meninggal juga banyak ditemukan kata-kata yang lucu dan menghibur.

Semua lukisan dan kata-kata pada salib itu dilukis dengan warna yang kuat dan bersemangat seperti warna merah, hijau, kuning dan putih.

Konsep pekuburan ini diambil dari kebiasan Dasia kuno yang percaya bahwa kematian hanyalah jalan menuju dunia dewa tertinggi yakni Zamolxes.

Bagi orang Dasia, kematian adalah kesempatan yang membahagiakan bukan kesedihan.

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved