Pilotnya Ketahuan Mabuk Sebelum Penerbangan, Bos Japan Airlines Kembalikan 20 Persen Gajinya

Presiden Japan Airlines (JAL) Yuji Akasaka secara sukarela mengembalikan 20 persen gaji bulan sebelumnya.

Pilotnya Ketahuan Mabuk Sebelum Penerbangan, Bos Japan Airlines Kembalikan 20 Persen Gajinya
Channel News Asia & Nikkei Asian Review via Worldofbuzz
Presiden Japan Airlines, Yuji Akasaka 

TRIBUNTRAVEL.COM - Presiden Japan Airlines (JAL) Yuji Akasaka secara sukarela mengembalikan 20 persen gaji bulan sebelumnya.

Dalam pengumuman Japan Airlines pada 30 November 2018, pengembalian akan dilakukan pada bulan Desember.

Perusahaan maskapai asal Jepang juga meminta maaf atas insiden di penerbangan mereka di Bandara Heathrow, London, Inggris.

Dilansir dari The Guardian Selasa (4/12/2018), petugas bandara menangkap pilot Jepang yang bekerja di Japan Airlines.

Pilot yang bernama Katsutoshi Jitsukawa ditangkap setelah gagal tes sebelum penerbangan.

Co-pilot tertangkap setelah petugas keamanan menyadari bahwa dia sangat berbau alkohol.

Dalam laporan The Guardian, Co-pilot Japan Airlines itu tampak mabuk dengan mata berkaca-kaca dan petugas pun melihar co-pilot susah untuk berdiri.

Atas tindakannya Katsutoshi Jitsukawa dihukum penjara selama 10 bulan di Inggris.

Hakim Phillip Matthews mengatakan Jitsukawa jelas sangat mabuk sebelum malam take-off dan telah minum pada hari itu.

"Kamu adalah pilot yang berpengalaman tetapi kamu jelas telah minum hingga beberapa saat sebelum kamu masuk ke pesawat itu," kata hakim.

Hakim juga mengatakan keselamatan penumpang akan terancam dengan tindakan Katsutoshi Jitsukawa.

Apalagi menurut hakim, Katsutoshi Jitsukawa melakukan penerbangan jarak jauh.

Jika Katsutoshi Jitsukawa mengendalikan pesawat menurut hakim akibatnya bisa fatal.

Katsutoshi Jitsukawa mengatakan minum wiski di malam sebelumnya tetapi sudah lulus tes napas pada staf keamanan.

Staf keamanan juga menemukan Katsutoshi Jitsukawa berkumur dengan obat kumur di toilet.

Setelah tes, terungkap bahwa ada “189 miligram alkohol per 100 mililiter darah” di dalam tubuh Katsutoshi Jitsukawa.

Padahal, batas alkohol yang diizinkan dalam sistem pilot di Inggris adalah 80mg.

Katsutoshi Jitsukawa akhirnya dikeluarkan dari dek penerbangan JL44 ke Tokyo pada 28 Oktober.

Penerbangan Boeing 777 yang menampung hingga 244 penumpang, berangkat setelah penundaan 69 menit akibat ulah Katsutoshi Jitsukawa.

Japan Airlines atau JAL mengeluarkan permintaan maaf publik kepada semua orang yang terkena dampak situasi.

(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)

Ikuti kami di
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved