Kampung warna-warni Tidar Campur, Destinasi Wisata Baru di Kota Magelang

Kampung itu tidak lain adalah Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.

Kampung warna-warni Tidar Campur, Destinasi Wisata Baru di Kota Magelang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Pengunjung sedang asyik bermain egrang, salah satu jenis permainan tradisional di Kampung 'Warna-warni' di Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada sebuah kampung unik nan cantik di ujung selatan Kota Magelang, Jawa Tengah.

Kampung yang pasti akan membuat takjub siapapun yang datang berkunjung ke sana.

Kampung ini begitu indah, di setiap sudutnya, di rumah-rumah warganya sampai di jalan-jalan kampungnya, dihiasi warna-warni indah dan gambar-gambar mural nan cantik.

Kampung itu tidak lain adalah Kampung Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.

Kampung ini sampai dijuluki 'Kampung Warna-warni' karena di setiap sudut rumah para warga, di jalanan perkampungannya, di tembok-tembok bangunan dicat warna-warni.

"Seperti pelangi," kata para pelancong yang pernah singgah ke sana.

Tak hanya itu saja daya tarik kampung warna-warni.

Pengunjung yang datang pasti akan terkagum dengan adanya mural-mural yang tergambar indah di tembok-tembok rumah.

Dari gambar mural sederhana, sampai gambar mural tiga dimensi yang menjadi spot menarik untuk berfoto ria.

Gagasan kampung warna-warni ini sendiri berawal dari awal tahun 2016 lalu.

Saat itu seorang warga dari RT01/RW01 Tidar Selatan mengecat rumah pribadinya dengan kombinasi warna yang menarik.

Ternyata, hasil karyanya menarik para warga yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Hingga pada awal tahun 2017 lalu, sebanyak 17 rumah juga bergabung.

Saat ini sudah ada 25 rumah yang dicat warna-warni nan meriah.

"Awalnya baru rumah saya, waktu kerja bakti itu, saya ingin pagar rumah dicat warna-warni bermotif kotak-kotak. Dari situ, warga sini secara spontan tertarik untuk mengecat rumah masing-masing dengan cat warna-warni," kata Ketua RT 01 Tidar Campur, Sudadi Waluyo pada Tribunjogja.com, Kamis (11/10/2018).

Sudadi menuturkan, kampung warna-warni pun semakin berbenah.

Tembok-tembok rumah kembali dicat, diberikan hiasan gantungan payung di sepanjang jalanan kampung.

Paving pun dicat, dibuat juga mural dinding dan yang paling unik adalah menyediakan wahana permainan tradisional bagi anak-anak.

"Kami memang ingin kampung ini menjadi tujuan wisata baru. Masyarakat pun begitu bersemangat menjadikan kampung ini menjadi tempat tinggal yang indah sekaligus tempat wisata. Bahkan untuk anak-anak kita sediakan permainan tradisional seperti egrang, engklek, congklak, dan lainnya, sebagai hiburan dan juga untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional," ujarnya.

Suasana memang terasa berbeda begitu masuk ke dalam kawasan kampung warna-warni ini.

Sensasi yang mungkin dirasakan adalah seperti masuk ke dunia lain yang penuh warna-warni.

Ketika biasanya dijenuhkan dengan suasana kota nan monokrom, akan terasa berbeda masuk ke dalam kampung yang berwarna-warni.

Dari gerbang masuk kampung tertulis tulisan-tulisan di dinding tembok.

Rumah-rumah warga juga dipenuhi dengan lukisan-lukisan indah.

Ada juga gambar yang dilukis di tembok warga punya filosofi tertentu, seperti gambar patung Diponegoro, peta Indonesia, sea world, ikon Kota Magelang seperti watertorn, dan lainnya.

Semua karya itu adalah karya dari warga Tidar Campur sendiri.

Dari mulai membuat sketsa, garis, mengecat dan merapikan, semuanya dilakukan secara mandiri.

Biaya yang dikeluarkan bahkan swadaya, tak jarang dari kantong pribadi masyarakat.

"Masyarakat sini masih sangat kental kegotong-royongannya, sehingga saya pun tidak bisa jawab kalau ditanya berapa biayanya, pengecatan per rumah, karena ini murni dari sukarela warga," paparnya.

Upaya warga menjadikan tempat tinggal mereka menjadi tempat wisata baru yang unik pun berbuah manis.

Saat ini tingkat kunjungan wisata di Tidar Campur, tiap tahun selalu mengalami kenaikan.

Tidak jarang kampung itu didatangi turis mancanegara.

"Khusus turis asing ini sudah sangat banyak. Mereka biasanya datang dari Borobudur dan sengaja ingin melihat kampung warna warni di sini. Kalau pengunjung global, sekitar 100 lebih setiap bulan," ujarnya.

Pengembangan pun terus dilakukan.

Warga rencananya akan mengembangkan lagi kampung anggrek, di mana kampung itu akan berhiaskan bunga anggrek di setiap sudutnya.

Selain itu, juga akan dibentuk warung hidup.

Segala tumbuhan sayur mayur, buah-buahan di tanam di lahan kosong dan dipanen untuk dikonsumsi warga sendiri.

Di bidang lainnya, kampung tidar campur juga telah sukses mengembangkan kampung organik, sentra kerajinan makanan tahu, budidaya lidah buaya.

Hal ini semakin menambah keragaman dan kekayaan kampung tidar campur.

Ketua Kampung Warna Warni Tidar Campur, Sugiyo, menuturkan, secara langsung, kunjungan wisata yang meningkat dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Melalui usaha kecil, masyarakat dapat membuat berbagai kerajinan yang dapat dijual kepada para pengunjung.

"Semula ibu-ibu ini mungkin hanya berada di rumah, kini lewat PKK mereka sibuk membuat berbagai kerajinan yang bisa dijual kepada para pengunjung. Ada juga industri olahan makanan lidah buaya, kerajinan tangan, kampung organik, pot tanaman organik, yang juga dijual ke pengunjung," ujarnya.

Sugiyo pun berharap kampung tidar campur ini semakin dikenal oleh masyarakat.

Seluruh warga mendukung kampung tempat tinggalnya dijadikan destinasi wisata baru yang unik, demi perkembangan pariwisata di Kota Magelang.

"Semoga Kampung Tidar Campur dapat dikenal sebagai daerah yang layak dijadikan destinasi wisata baru di Kota Sejuta Bunga. Sebab, kampung kami ini memiliki pemandangan yang masih asri dan kreativitas masyarakatnya yang luar biasa. Terlebih masyarakatnya yang begitu bersemangat, bergotong royong menjadikan kampung mereka menjadi kampung yang indah," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Destinasi Wisata Baru di Kota Magelang, Kampung 'Warna-Warni' Berwarna-Warni Bak Pelangi.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved