Breaking News:

Baru 5 Menit Terbang, Pesawat Garuda Indonesia Lakukan Return To Base Karena Tercium Bau Asap

Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 502 tujuan Cengkareng-Pontianak lakukan return to base (RTB) setelah baru 5 menit terbang.

Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Sinta Agustina
bisnisjakarta.co.id
Garuda Indonesia. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 502 rute Cengkareng-Pontianak lakukan return to base (RTB) setelah lima menit terbang.

Dilakukannya RTB GA 502 dikarenakan kabin pesawat dipenuhi oleh asap namun tidak ada sumber api yang terlihat.

Pada awalnya diduga sumber asap berasal dari kerusakan pada mesin di kanan pesawat namun sepertinya bukan.

Hal ini diungkapkan oleh Dirga Sakti Rambe, salah satu penumpang GA 502 melalui akun Twitternya @dirgarambe.

"Pagi ini naik @IndonesiaGaruda GA 502 Jakarta - Pontianak. Baru 5 menit mengudara, kabin dipenuhi asap. Tidak ada sumber api yg terlihat. Awalnya diduga ada trouble pd engine kanan, namun sepertinya bukan. Kami landing kembali di Soetta dng selamat. cc: @GerryS. tulis @dirgarambe.

Oleh karena kejadian itu, pesawak GA-502 lakukan RTB dan para penumpang diberangkatkan kembali ke Pontianak dengan menggunakan pesawat yang berbeda.

Dilansir dari Tribunnews, Ikhsan Rosan VP Corporate Secretary Garuda memberikan klarifikasi terkait kabar bau asap di kabin pesawat Garuda GA 502 rute Jakarta-Pontianak pada pukul 08.15 WIB.

Ikhsan mengatakan pesawat sudah dicek oleh petugas di lapangan dan tidak ditemukan asap di kabin pesawat, hanya saja tercium bau asap pada bagian kargo pesawat.

Saat ini kargo pesawat Boeing 737-800 NG tersebut sedang diperiksa.

Ikhsan juga mnambahkan bahwa seluruh penumpang sudah kembali diberangkatkan ke Pontianak dengan nomor penerbangan yang sama yaitu GA 502, tapi dengan pesawat berbeda.

"Sebanyak 129 orang penumpang ekonomi dan 1 orang penumpang bisnis sudah diberangkatkan pada pukul 11.30 WIB. Dan selama menunggu di bandara Soekarno Hatta, penumpang juga mendapatkan kompensasi, atau delay manajemen diterapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelas Ikhsan. (TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved