Berada di Kawasan Bukit, Dapur Caringin Tilu Sajikan Nasi Tikur Sebagai Menu Andalan

Satu di antara sejumlah resto yang menyediakan nasi cikur sebagai menu andalannya adalah Dapur Caringin Tilu.

Berada di Kawasan Bukit, Dapur Caringin Tilu Sajikan Nasi Tikur Sebagai Menu Andalan
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Sajian nasi cikur komplit di Dapur Tilu, Jalan Padasuka Atas No 41, Cimenyan, Bandung. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dalam bahasa Sunda, nasi cikur memiliki arti nasi yang terbuat dari kencur.

Nasi ini merupakan penganan khas Jawa Barat, tepatnya dari Tasikmalaya.

Satu di antara sejumlah resto yang menyediakan nasi cikur sebagai menu andalannya adalah Dapur Caringin Tilu.

Resto tersebut berlokasi di Jalan Padasuka Atas No 41, Cimenyan, Bandung.

Tempatnya yang berada di kawasan Bukit Caringin Tilu, tentunya menambah kesan fantastis bagi wisatawan yang berkunjung.

Satu porsi nasi cikur di sana disuguhkan secara komplit yang terdiri dari nasi beraroma kencur, daging ayam goreng, tahu, dan tempe.

Tak ketinggalan, ada pula bahan pelengkapnya berupa bawang goreng, mentimun, tomat, lalapan, serta sambal ulek merah yang wajib hadir pada nasi cikur ini.

Dalam penyajiannya, nasi cikur khas Dapur Cartil ini menggunakan nampan yang terbuat dari anyaman bambu. Untuk alasnya, mereka menggunakan daun pisang.

Dari segi rasanya, tidak perlu diragukan lagi dan layak dicoba bersama keluarga dan sahabat.

Ketika dicicipi, terasa aroma kencur yang begitu menyeruak di mulut dan sangat menggugah selera.

Sensasi rasa nasi cikur yang gurih dan sambal merah yang pedas, tentunya menambah selera makan bagi setiap penikmatnya.

Pemilik generasi kedua Dapur Caringin Tilu, Aditia Benjamin menuturkan, sejak dirintis tahun 2008, Dapur Caringin Tilu selalu melakukan inovasi pada menu makanannya.

"Satu di antaranya adalah nasi cikur sebagai menu unggulan kami yang terus mengalami beberapa perubahan bahan," ujar Adit Kepada Tribun Jabar, ditemui di Dapur Caringin Tilu, Rabu (28/11/2018) siang.

Adit menambahkan, umumnya tampilan nasi cikur ini sama halnya seperti nasi goreng biasa yang sering dijumpai.

"Cuma yang membedakannya adalah penyajiannya yang menggunakan bahan kencur sebagai pengharumnya. Selain itu warna nasinya tidak terlalu kemerahan," kata Adit.

Adit mengaku, nasi cikur di tempatnya mampu menghabiskan kurang lebih 20 porsi dalam sehari. Terlebih saat akhir pekan tiba, bisa mencapai kurang lebih 50 porsi.

Untuk satu porsi nasi cikur komplit di Dapur Caringim Tilu, yaitu hanya dihargai mulai dari Rp 27.500 hingga Rp 35. 000.

Harga tersebut berdasarkan pilihan lauk dan banyaknya porsi yang dipesan.

Jam operasional Dapur Caringin Tilu dibuka setiap hari pada pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Nikmati Pemandangan Bandung dari Ketinggian Sambil Menyantap Nasi Cikur di Dapur Caringin Tilu

Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved