Breaking News:

Sebagian Besar Lantai di Bandara Dilapisi Karpet, Apa Tujuannya?

Kenapa lantai di sebagian besar bandara dilapisi karpet? Ternyata pelapisan karpet pada lantai bandara memiliki tujuan tersendiri.

products.ontera.com.au
Ilustrasi karpet di lantai bandara 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler yang sering wara-wiri di bandara pasti sudah tak asing lagi dengan adanya karpet di lantai bandara.

Padahal, dengan begitu banyaknya penumpang yang lalu lalang di bandara dengan berbagai macam tas beroda, lantai yang keras dan halus bisa mempermudah mereka berjalan.

Atau lantai yang keras akan mempermudah staf kebersihan untuk membersihkannya.

Lalu, kenapa lantai di sebagian besar bandara dilapisi karpet?

Ternyata pelapisan karpet pada lantai bandara memiliki tujuan tersendiri.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Travel and Leisure, karpet pada lantai bandara dapat mempengaruhi mood atau suasana hati dan perilaku para calon penumpang.

Seperti dijelaskan Mental Floss, banyak bandara memiliki area gate yang dilapisi karpet.

Elemen desain sederhana pada karpet dapat membantu membuat wisatawan merasa lebih santai sebelum naik pesawat dan lepas landas.

Sebab, karpet memberikan 'sensasi lembut dan nyaman, seperti yang mungkin kamu temukan di ruang tamu rumah sendiri.'

Karpet berpadu dengan langit-langit yang lebih rendah, pencahayaan yang lebih alami, dan tempat duduk yang nyaman dapat meningkatkan perasaan nyaman di antara para calon penumpang yang kemungkinan besar merasa gelisah, menurut Fast Company.

Mengapa para calon penumpang sampai diusahakan untuk merasa senyaman mungkin?

Ternyata ada manfaat yang didapat pihak bandara jika para penumpang dapat merasa santai dan rileks.

Para penumpang pesawat yang merasa senang dan santai cenderung menghabiskan sekitar 7 persen lebih banyak uang untuk berbelanja di toko ritel dan 10 persen lebih di toko bebas bea di sekitar bandara, menurut perusahaan riset pasar bandara DKMA.

Bahkan keuntungan pemasangan karpet ini melampaui desain interior.

Seperti dicatat Mental Floss, banyak bandara yang juga mengadopsi metode yang lebih konvensional untuk memberikan ketenangan sebelum terbang.

Seperti menambahkan spa, ruangan yoga, dan bahkan anjing terapi ke terminal mereka.

Sementara untuk membuat para penumpang pesawat tetap belanja, bandara juga cenderung mempekerjakan lebih sedikit karyawan kios, menurut Skift.

Sebuah survei oleh NCR menemukan 40 persen responden lebih memilih menghindari interaksi manusia saat berbelanja.

Ini berarti kamu jauh lebih mungkin untuk melihat toko yang sepi karyawan daripada toko yang penuh karyawan pada saat berada di bandara.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved