Breaking News:

Masih Sering jadi Pertanyaan, Posisi Kursi Manakah yang Paling Aman dalam Pesawat?

Masih ada penumpang, baik yang sudah sering terbang atau masih pemula, yang bertanya-tanya posisi kursi manakah yang paling aman dalam pesawat.

greatermedia.com
Ilustrasi kabin pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perdebatan mengenai kursi paling aman dalam pesawat hingga kini memang masih belum berhenti.

Penerbangan saat ini semakin aman berkat kemajuan teknologi.

Mengutip laman Travel and Leisure, sebenarnya peluang risiko kecelakaan pesawat terbang secara global lebih kecil dibandingkan mobil.

Untuk pesawat terbang, peluang tersebut adalah 1 banding 5,4 juta.

Sementara untuk mobil, angka peluang tersebut 100 kali lebih besar.

Meski begitu masih ada penumpang, baik yang sudah sering terbang atau masih pemula, yang bertanya-tanya posisi kursi manakah yang paling aman dalam pesawat.

Pada 2015, TIME menganalisis kecelakaan pesawat dan grafik tempat duduk untuk menentukan kursi mana di pesawat yang paling aman.

Ternyata kursi tengah di belakang pesawat merupakan posisi yang dinilai paling aman.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, TIME mengolah Database Kecelakaan Pesawat CSRTG dari Federal Aviation Administration (FAA) yang mencari kecelakaan dengan korban jiwa dan penyintasnya.

Dengan begini, TIME dapat menentukan posisi di mana korban yang beruntung dalam kecelakaan tersebut duduk.

Penelitian mengungkapkan, 'kursi di sepertiga bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian 32 persen, dibandingkan dengan 39 persen di sepertiga tengah dan 38 persen di sepertiga depan.”

Jika ingin menghindari kursi yang dirasa paling berisiko, penelitian itu mengungkapkan kursi lorong di bagian sepertiga tengah kabin memiliki tingkat kematian sebesar 44 persen.

Kursi tengah di bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian terendah di 28 persen, jadi ingatlah posisi ini.

Sebuah studi tahun 2008 oleh University of Greenwich mencatat, posisi lain yang kemungkinan lebih aman di pesawat adalah dua baris yang paling dekat dengan pintu keluar darurat.

Sebab, mereka yang duduk di sana bisa keluar dari pesawat lebih cepat jika terjadi kondisi darurat.

Meskipun penelitian ini menarik, penting untuk dicatat bahwa FAA mengatakan sebenarnya tidak ada kursi teraman di pesawat.

Ini karena ketika kecelakaan terjadi, yang sekali lagi terbilang jarang terjadi, kemungkinan bertahan hidup tidak bergantung pada pilihan kursi, tetapi pada keadaan di sekitar kecelakaan.

Jika bagian belakang pesawat menerima dampak terberat, kursi tengah di bagian belakang tidak akan melindungi penumpang dan mereka yang berada di kursi depan bisa memiliki keadaan yang lebih baik.
Demikian pula, tabrakan yang menghantam bagian hidung pesawat bisa membuat risiko lebih buruk bagi penumpang di kelas satu.

TIME juga mencatat, keberuntungan penumpang untuk dapat bertahan hidup saat kecelakaan pesawat terjadi memang seringkali sangat acak, dengan posisi penyintas yang tersebar secara tidak teratur di sekitar pesawat.

Sehingga lebih baik traveler memilih untuk tetap bersiap, berdoa, dan memperhatikan instruksi keselamatan yang diperagakan pramugari pada awal penerbangan.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved