Angka Bunuh Diri Siswa di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir

Seorang pejabat Kementerian Pendidikan, Noriaki Kitazaki, mengatakan, sulit untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab anak-anak bunuh diri.

Angka Bunuh Diri Siswa di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir
IST/TheJapanTimes
Guru memberikan konseling sambil membawa foto korban perundungan yang akhirnya bunuh diri di Ibaraki School, Jepang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah survei menunjukkan bahwa kasus bunuh diri yang dialami anak-anak di Jepang mencapai titik tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan bahwa selama tahun 2016 hingga Maret 2018, tercatat 250 siswa usia sekolah dasar hingga SMA yang melakukan bunuh diri.

Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan bahwa jumlah ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 1986.

Sebab, dari 140 kasus bunuh diri, pihak sekolah tidak menemukan catatan apa pun mengenai motif mereka.

Guru memberikan konseling sambil membawa foto korban perundungan yang akhirnya bunuh diri di Ibaraki School, Jepang.
Guru memberikan konseling sambil membawa foto korban perundungan yang akhirnya bunuh diri di Ibaraki School, Jepang. (IST/TheJapanTimes)

Meski begitu, dilansir dari BBC, Selasa (6/11/2018), anak-anak yang memutuskan bunuh diri biasanya mengalami masalah keluarga, kecemasan akan masa depan, serta perisakan.

Dari laporan Kantor Kabinet Jepang tahun 2015, diketahui bahwa kasus bunuh diri di kalangan anak dan remaja sejak tahun 1972-2013, terjadi pada 1 September atau bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Bunuh Diri Siswa di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved