Kampung Terih Batam Raih Penghargaan Wisata Baru Terpopuler di Indonesia Versi API Travel Mart 2018

Banyak destinasi baru yang berkembang di Batam. Satu di antaranya adalah Kampung Terih, Nongsa Batam.

Kampung Terih Batam Raih Penghargaan Wisata Baru Terpopuler di Indonesia Versi API Travel Mart 2018
enjoybatam.com
Kampung Terih, Batam 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kampung Terih bersiap meraih penghargaan sebagai destinasi wisata baru terpopuler (Indonesia’s most popular tourism) versi API Travel Mart 2018.

Batam memang memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Banyak destinasi baru yang berkembang di Batam.

Satu di antaranya adalah Kampung Terih, Nongsa Batam.

Istimewanya lagi, Kampung Terih bersiap meraih penghargaan sebagai destinasi wisata baru terpopuler (Indonesia’s most popular tourism) versi API Travel Mart 2018.

Mengutip laman TribunBatam.com, Kampung Terih meraih poin tertinggi berdasarkan voting di antara sejumlah destinasi wisata baru di tanah air.

Kampung Terih yang menyajikan wisata bahari dengan keindahan alam pedesaan pinggir pantai, lengkap dengan desa mangrove-nya.

Berkat daya tariknya itulah, Kampung Terih mampu mengalahkan sembilan destinasi lain yang menjadi nominator dalam lomba ini.

Wisata Kampung terih Batam meraih 78,5 persen.

Nominator lainnya yaitu, Wisata Lava Bantal, Kabupaten Sleman, DIY (9,4 %), Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jabar (3,9 %), Umbul Ponggok, Kabupaten Klaten (2%), Gampong Nusa, Kabupaten Aceh Besar 1,9%).

Selanjutnya ada Bukit Jamur (Kabupaten Gresik), Pulau Baer (Kota Tual), Pulau Cinta (Kabupaten Bualemo), Pulau Labengki (Kabupaten Konawe Utara), dan Teluk Jering (Kabupaten Kampar).

Pengelola Kampung Wisata Terih, Nunung Sulistyanto mengatakan kepada Tribunbatam.id, Kamis (1/11/2018), sangat gembira dan bersyukur atas pencapaian ini.

Sebab selama ini pembangunan tempat wisata tersebut memang dilakukan secara “semampunya” saja bersama warga kampung setempat.

Namun dengan usaha tak kenal lelah dan kesungguhan, akhirnya Kampung Terih cukup bersinar dan hingga kini sudah cukup dikenal di Indonesia.

Bahkan ratusan wisatawan mancanegara telah menikmati keindahan alam Batam yang ada di ujung Kecamatan Nongsa tersebut.

“Secara de facto kita menunggu pengumuman saja yang rencananya dilakukan di Jakarta oleh panitia pada 22 November 2018 ini."

"Data yang masuk dan dipublikasi adalah data mulai Juni hingga September 2018."

"Data Oktober belum masuk, namun tidak signifikan dalam mengubah perolehan point tersebut,” ungkap Nunung yang juga aktivis Pecinta Alam Kepri (PARI) itu.

Dengan pencapaian ini, Nunung berharap ke depannya, pengembangan kepariwisataan kian mendapat perhatian dari pihak terkait.

Terutama, pemerintah daerah termasuk di dalamnya ada Dinas Pariwisata.

“Pada dasarnya inisiatif warga atau komunitas-komunitas pecinta alam ataupun penggiat kepariwisataan di Batam maupun Kepri cukup baik."

"Alangkah baiknya jika itu didukung dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menggarap keperiwisataan ini."

"Tentu hasilnya akan lebih maksimal,” ujar Nunung yang juga merupakan atlet panjat tebing kenamaan di Kepri itu.

Ia mengakui potensi Batam untuk pengembangan kepariwisataan masih sangat terbuka.

Batam memiliki keunggulan dalam sektor wisata bahari maupun digital.

Oleh karena itu, ia optimis ke depan bisa dibangun destinasi-destinasi keperiwisataan baru yang lain.

“Bagaimana saya bilang kita unggul soal pariwisata bahari dan digital, karena faktanya dalam mengelola Kampung Terih ini termasuk sukses karena kita juga memanfaatkan dan mengerahkan segala daya upaya melalui media sosial. Baik itu FB, instagram maupun yang lainnya. Kita kemas melalui sosmed," tambahnya.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved