Jepang Akan Perkenalkan E-Visa Mulai April 2020, Ini Tujuannya

Menurut The Japan Times, agen wisata bisa membantu calon pengunjung mendaftar online. E-visa dimaksudkan untuk mempermudah proses aplikasi visa.

Jepang Akan Perkenalkan E-Visa Mulai April 2020, Ini Tujuannya
Backyard Travel
Visa Jepang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jepang adalah satu di antara destinasi yang paling banyak diincar turis, khususnya dari Indonesia.

Hampir setiap orang pasti bermimpi bisa menginjakkan kaki di negara yang menakjubkan ini.

Dikenal dengan teknologinya yang sangat maju dan warganya yang disiplin, Jepang punya segudang destinasi yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

Mulai dari wisata alam, budaya, kuliner hingga berbagai festival musiman, semua bisa ditemukan di Jepang.

Tak heran jika Jepang menjadi destinasi yang paling diidam-idamkan.

Paspor dan visa
Paspor dan visa (fakta.news)

Kali ini, ada kabar gembira bagi travelers yang berencana liburan ke Negeri Sakura.

Pemerintah Jepang telah mengumumkan akan memperkenalkan visa elektronik (e-visa) untuk wisatawan mulai April 2020 atau menjelang Olimpiade Tokyo, dilansir dari The Japan Times, Sabtu (20/10/2018).

Visa elektronik Jepang diperkenalkan sebagai upaya mencapai target 60 juta turis asing berkunjung ke Jepang per tahun pada 2030.

Sistem daring akan pertama kali diterapkan kepada para turis China untuk aplikasi visa sekali masuk.

"Visa turis China mencakup hampir 60% dari semua visa yang dikeluarkan pada 2017,” ungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang, dikutip Japan Times.

Dilaporkan pula bahwa pemerintah Jepang akan menambahkan jenis visa lain ke sistem onle yang baru.

Menurut The Japan Times, agen wisata bisa membantu calon pengunjung mendaftar online.

E-visa dimaksudkan untuk mempermudah proses aplikasi visa.

Cara ini diharapkan bisa mengurangi tumpukan antrean di departemen diplomatik dan kontrol imigrasi menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Visa Jepang
Visa Jepang (Backyard Travel)

Channel News Asia melaporkan bahwa wisatawan yang datang dari Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura dan Amerika Serikat akan diberikan visa pada saat kedatangan.

Cara ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pariwisata oleh Jepang.

Jepang telah mempermudah berbagai proses pengurusan visa untuk mendorong pendapatan pariwisata dan turis.

Mulai Januari tahun depan, para pelancong yang meninggalkan Jepang harus membayar pajak kepergian sebesar seribu yen atau sekitar Rp 130 ribu sebagai “pajak sayonara”.

Kebijakan ini diperkirakan akan mengumpulkan dana hingga 40 miliar yen per tahun.

Meskipun beberapa bencana alam terjadi di Jepang tahun ini, namun tidak menyrutkan minat wisatawan untuk liburan ke negara ini.

Tahun ini turis berlibur ke Jepang diperkirakan mencapai 30 juta untuk pertama kalinya.

TribunTravel.com/rizkytyas

Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved