Nikmatnya Rujak Bali, Punya 43 Varian Rujak yang Selalu Dirindu

Sebuah warung kuliner bernama Rujak Bali, senantiasa mengajak Anda berpetualang menikmati beragam rasa tersebut

Nikmatnya Rujak Bali, Punya 43 Varian Rujak yang Selalu Dirindu
TribunBali
Rujak tempeh, Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jika diminta untuk menyebutkan varian rujak, berapa banyak yang dapat Anda sebutkan?

Lima mungkin?

Atau sepuluh?

Rupanya varian rujak ada cukup banyak.

Setiap jenis memiliki racikan bumbu yang berbeda.

Racikan itu pula yang membuat cita rasanya beragam.

Sebuah warung kuliner bernama Rujak Bali, senantiasa mengajak Anda berpetualang menikmati beragam rasa tersebut.

Di sini, Anda bisa menemukan sedikitnya 40 varian rujak.

Rujak Bali didirikan sejak 2013.

Kini warung kuliner ini telah memiliki enam cabang di Denpasar.

Cabang kelima berada di wilayah Panjer, tepatnya Jalan Tukad Pakerisan No 57 Denpasar.

Cabang Panjer ini termasuk gerai yang paling ramai.

Dalam satu hari, mereka bisa menjual sekitar 200 hingga 300 porsi rujak.

Ketika weekend dan liburan, jumlah porsi yang dijual bisa lebih dari itu.

Lokasi strategis serta harga terjangkau menjadi daya tarik bagi warung rujak ini.

Mulai dari Rp 6 ribu, Anda bisa menikmati satu porsi rujak istimewa.

Tampilan rujak di warung ini tampak sederhana, seperti kaki lima pada umumnya.

Yang membuatnya lebih spesial adalah suasana tempat makan, serta proses pembuatannya yang mengutamakan kesegaran.

Rujak baru diramu ketika ada pesanan.

Selera pelanggan pun diutamakan.

Jenis buah, bumbu, serta tingkat pedasnya bisa disesuaikan dengan selera.

“Bagi kami kepuasan pelanggan adalah yang pertama. Kami selalu meramu setiap makanan kami agar sesuai dengan permintaan pelanggan,” ungkap Kepala Cabang Rujak Bali Panjer, Catur Umbu.

Rujak jeruk peras

Menurut Catur, rujak menjadi hidangan yang sangat populer.

Makanan olahan buah ini dapat dinikmati semua kalangan.

Meskipun gempuran makanan modern telah masuk ke dalam selera orang lokal, rujak tetap memiliki tempatnya sendiri.

Kejutan rasanya selalu dirindukan.

Dalam suguhan rujak Anda bisa menemukan beragam rasa dalam satu porsinya.

Ada asam, manis, pedas, asin, dan sebagainya.

Kekayaan rasa inilah yang membuat rujak terasa spesial, meski tampilannya sederhana.

“Rujak juga makanan yang asyik disantap ramai-ramai. Ketika kumpul bareng keluarga atau teman, kalau ada rujak di tengah-tengah, pasti suasana jadi semakin ramai dan hangat,” ujarnya.

Untuk itulah Rujak Bali menghadirkan satu menu spesial, rujak tempeh namanya.

Rujak tempeh

Dalam menu ini, buah rujak akan ditata sedemikian rupa dalam wadah tempeh.

Penataannya cantik dan teratur, seperti ketika menata nasi tumpeng.

Di bagian tengahnya terdapat wadah berisi bumbu.

Menikmati rujak tempeh ini pun cukup dengan comot buahnya, colek ke bumbu, dan langsung bisa disantap.

Yummy!

Ada pula rujak batu-batu yang menjadi best seller warung ini.

Rujak batu-batu

Rujak ini memiliki bahan dan rasa yang unik.

Bahan utamanya adalah daging kerang laut dan timun, yang direndam dalam kuah cuka.

Cita rasanya segar.

Ada rasa asin, pedas, dan manis yang bercampur dalam satu sajian.

Meski bagi beberapa orang masih terdengar asing, rupanya rujak batu-batu adalah makanan khas Bali, tepatnya wilayah Tanjung Benoa, Badung.

“Kami juga menjual rujak yang sifatnya musiman. Rujak ini hanya ada di waktu tertentu karena bahan buahnya tak selalu ada. Misalnya saja rujak boni,” kata Catur.

Tidak hanya rujak, di tempat ini Anda juga bisa menikmati makanan lain semisal tipat, bakso, es daluman, es cincau, dan sebagainya.

Tipat kuah

Tak Kalah dengan Menu Modern

Sebelum mendirikan Rujak Bali, Adi Negara memang memiliki usaha kuliner.

Ia tertarik dalam bidang kuliner khas Bali, namun belum terpikir untuk membuat warung khusus rujak.

Namun ide itu tiba-tiba muncul saat ia sadar bahwa makanan ringan ini memiliki penggemar yang tak sedikit.

Bahkan ada beberapa penggemar fanatik rujak.

“Dari sanalah saya mencoba melihat peluang bisnis rujak. Apalagi pada waktu itu belum banyak pedagang rujak yang bisnisnya dikelola profesional, kebanyakan masih dalam usaha rumahan. Saya berpikir, jika rujak pun sesungguhnya mampu bersanding dengan menu bercita rasa modern, jika pengelolaan dan kemasannya dilakukan dengan baik dan menarik,” jelas Adi.

Meski tidak fanatik, Adi pun menggemari rujak.

Menurutnya rujak adalah makanan khas yang bisa ditemui di banyak daerah.

Bahkan Bali memiliki puluhan jenis rujak yang khas.

Belum lagi Jawa dan wilayah lainnya.

Melalui warung Rujak Bali, Adi ingin turut dalam upaya pelestarian kuliner nusantara. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Kejutkan Lidah dengan Rujak Bali, Kenikmatan Sederhana yang Selalu Dirindu

Ikuti kami di
Tags
Bali
Rujak
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved