Breaking News:

Bukan pada Jadwalnya, Sakura di Jepang Bermekaran 6 Bulan Lebih Awal dari Seharusnya

Dikutip TribunTravel.com dari laman Travel and Leisure, bunga sakura terkenal mekar jauh di luar jadwal seharusnya.

wallfon.com
Ilustrasi Bunga sakura 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bunga sakura menjadi daya tarik wisata di Jepang kala musim semi. Namun saat ini, bunga sakura mekar jauh lebih awal dari seharusnya. Apa penyebabnya?

Bunga sakura di Jepang biasanya mekar pada waktu-waktu tertentu, terutama pada musim semi.

Musim semi di Jepang merupakan momen yang jadi favorit bagi wisatawan.

Sebab, saat itulah bunga sakura mulai bermekaran.

Bunga sakura pun menjadi satu dari daya tarik wisata utama di Jepang, tak heran banyak wisatawan yang sengaja berkunjung ke Jepang pada periode musim mekarnya sakura.

Mekarnya bunga sakura juga biasa disertai dengan festival Hanami yang diadakan di berbagai tempat.

Hanami adalah festival menyambut datangnya musim semi dan biasanya dirayakan dengan acara memandangi bunga sakura yang bermekaran di berbagai tempat.

Seperti di Benteng Himeji, Kota Kitakami, dan Kota Matsumae.

Bunga sakura
Bunga sakura (cherryblossom.com)

Namun, saat ini terjadi satu anomali pada mekarnya bunga sakura di Jepang.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Travel and Leisure, bunga sakura terkenal di Jepang sudah mekar jauh di luar jadwal seharusnya.

Setelah dilanda beberapa topan dan mengalami cuaca yang tak teratur, beberapa pohon sakura di Jepang sudah bermekaran.

Bunga sakura biasanya mulai berkuncup di awal musim semi, yakni sekitar periode akhir Januari sampai Februari.

Namun, awal bulan ini, Weather News Jepang melaporkan, lebih dari 350 pohon sakura yoshino sudah mulai bermekaran.

Badan meteorologi setempat menyalahkan mekarnya sakura yang terlalu dini pada kerusakan garam yang disebabkan oleh topan sepanjang musim panas.

Setelah badai, suhu yang lebih hangat dari biasanya juga membantu bermekarannya bunga sakura lebih awal, lapor CNN.

Sakura di Jepang
Sakura di Jepang (travelandleisure.com)

Bunga sakura Yoshino biasanya mengembangkan kuncupnya selama musim panas.

Namun, hormon yang dikeluarkan oleh daun pepohonan, dapat menahan pertumbuhan kuncup bunga sampai musim semi.

Untuk kasus mekarnya bunga sakura yang terlalu dini kali ini, adanya angin kencang dan air asin topan membuat dedaunan sakura jatuh dari pohon.

Hal ini membuat hormon yang menahan pertumbuhan kuncup sakura berkurang drastis.

Sementara beberapa bunga sakura mekar di awal Januari, sebagian besar tidak akan muncul sampai bulan Maret.

Namun, tahun ini kemungkinan tersebut akan sangat berbeda.

Japan National Tourism Organization secara konsisten telah memperbarui daftar prediksi waktu mekarnya bunga sakura.

Namun, organisasi tersebut belum mengeluarkan data untuk jadwal mekarnya bunga sakura pada 2019.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved