5 Fakta Air Asin yang Jarang Diketahui Orang, Ternyata Bisa Bawa Sinyal Listrik Bagi Kehidupan

Pernah berkunjung ke pantai dan merasakan air asinnya ? tahukah kamu ternyata ada lima fakta menengejutkan air asin bagi kehidupan manusia di bumi.

5 Fakta Air Asin yang Jarang Diketahui Orang, Ternyata Bisa Bawa Sinyal Listrik Bagi Kehidupan
ARSIP KOMPAS TV
ilustrasi air asin 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pernah berkunjung ke pantai dan merasakan air asinnya ?

Air ain secara literal merupakan zat yang begitu banyak ada di permukaan Bumi.

Zat ini sungguh penting dan bermanfaat bagi kehidupan di bumi.

Dikutip dari National Geographic, berikut ini ada lima fakta mengejutkan dari air asin, satu di antaranya bisa memabwa sinyal listrik bagi kehidupan.

Simak yuk fakta menarik tentang air asin.

1. Air asin membawa sinyal listrik

air laut
air laut (bobo.grid.id)

Air asin bisa dibuat dengan melarutkan garam dengan air.

Kemudian memecahkan diri menjadi partikel yang bergerak bebas yang disebut dengan ion-ion.

Ada beragam jenis air asin, tergantung dari jenis ion yang terkandung di dalamnya.

Ion-ion yang dihasilkan sama seperti dengan sebuah balon yang digosokkan ke rambut kamu, yang kemudian akan menghantarkan mauatan listrik.

Seperti halnya dengan balon, air laut juga bisa memiliki muatan tersebut.

2. Air laut bertindak layaknya ban berjalan membawa panas ke seluruh bumi

Ilustrasi gelombang laut
Ilustrasi gelombang laut (Kompas.com)

Seperti yang dibuat terkenal oleh film The Day After Tomorrow, Eropa dan Amerika Utara tetap hangat karena pengaruh Gulf Stream, arus besar air hangat mengalir ke utara dari daerah tropis.

Hal ini didorong oleh perubahan rasa asin air laut.

Saat es di kutup membeku pada musim dingin, air laut di sekitarnya menjadi lebih asin.

Air asin lebih berat sehingga tenggelam ke dasar laut, mengaduk samudera dan menggerakkan arus ini.

Ketika perubahan iklim mencairkan puncak es, arus ini mungkin akan terganggu.

Hal ini akan mengganggu aliran panas dan nutrisi di seluruh dunia dengan caranya yang rumit.

3. Air asin dapat digunakan untuk menghisap karbon dioksida dari udara

Ladang Garam, Bima
Ladang Garam, Bima (Instagram/natgeoindonesia)

Untuk mencegah efek terburuk dari perubahan iklim, kita perlu mengekstrak karbon dioksida dari udara dan menyimpannya di lautan.

Lautan saat ini siap melakukan hal ini.

Yakni memindahkan lebih dari seperempat dari total karbon dioksida yang dimasukkan manusia keudara.

Karbon dioksida bereaksi dengan air untuk membentuk ion-ion yang meningkatkan keasaman lautan.

Hal ini mungkin akan membuat masalah besar bagi hewan yang hidup di laut, namun akan memberikan keuntungan bagi kita.

Secara sengaja mengekspose volume besar air menjadi air berisi ion-ion potasium (serupa dengan air asin) dapat secara efektif menangkap CO? dengan sangat hemat biaya.

4. Membuat baterai dengan air garam

ILUSTRASI larutan garam
ILUSTRASI larutan garam (shakarasquare.com)

Baterai ion litium, teknologi yang paling umum digunakan, menggunakan ion-ion litium yang dilarutkan dalam cairan.

Cairan ini untuk membawa listrik bolak-balik antara terminal positif dan negatif dari baterai.

Cairan yang saat ini digunakan mahal, memperlambat pengisian baterai, dan dapat terbakar.

Sebagai gantinya air garam memberikan penawaran alternatif dengan biaya yang murah dan aman.

Tipe-tipe baterai ini juga lebih mudah memproduksinya, penting untuk menjawab meningkatnya permintaan baterai.

5. Tidak dapat memprediksi sifat paling sederhana dari air asin

Pantai Setokok di Batam
Pantai Setokok di Batam (Tribun Batam/Eliza Gusmeri)

Kemampuan untuk memprediksi sifat air asin masih memerlukan waktu dan perjalanan yang panjang.

Misalnya, air yang sangat asin dapat membuat larutan menjadi keruh dan digunakan untuk menjadi penghangat tangan.

Jenis larutan air asin ini jika dibiarkan cukup lama, akan membentuk garam padat.

Sebenarnya, dengan memahami air asin sangat penting untuk memahami tubuh kita sendiri.

(TribunTravel.com/ Ayumiftakhul)

Ikuti kami di
Penulis: Ayu Miftakhul Husna
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved