Breaking News:

Berdiri Kokoh Selama 140 Tahun Meski Dibangun Tanpa Semen, Ini Keunikan Rumah Dr Radjiman

Rumah milik salah satu pendiri bangsa, Dr. Radjiman Wediodiningrat ternyata dibangun tanpa semen. Namun hingga kini bangunan tersebut berdiri kokoh.

Editor: Wahid Nurdin
Intisari/Masrurroh Ummu Kulsum
Kolase kondisi kediaman Dr Radjiman 

Baru tahun 1938, Radjiman menempatu rumah itu yang terdiri atas bangunan rumah tempat tinggal, lumbung padi, garasi, serta pekarangan yang luas untuk menjemur padi.

Rumah Radjiman Wediodiningrat.

1. Rumah Radjiman tampak dari luar

Rumah Radjiman tampak dari luar.
Masrurroh Ummu Kulsum/Intisari - Rumah Radjiman tampak dari luar.

Bangunan ini didominasi warna hijau dan putih, catnya masih tampak segar karena rutin dilakukan pengecatan.

Semua masih asli, hanya gentengnya saja yang diganti.

Di depannya terdapat patung Dr. Radjiman Wediodiningrat setengah badan, penanda ia telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Masih berdiri kokoh selama 100 tahun lebih, ternyata ada yang unik saat pembangunan rumah tersebut.

Hal ini ini diceritakan oleh Sadimin lansung kepada Intisari, "Bangunan zaman Belanda kan memang-kuat-kuat."

"Ceritanya orang terdahulu waktu bangun, batu dan pasir yang digunakan di cuci dulu. kalau orang sekarang kan langsung pasang, itu nggak. Dikocori(Disiram) pakai air."

Sehingga bahan-bahan tersebut akan merekat kuat.

Sadimin menambahkan, pembangunan rumah tersebut tidak menggunakan semen seperti semen yang kita kenal saat ini melainkan menggunakan batu bata merah yang dihaluskan.

"Padahal itu tidak pakai semen, pakainya semen merah dari batu bata yang dihaluskan dicampur dengan gamping," ujar Sadimin.

2. Lumbung padi

Lumbung padi
Masrurroh Ummu Kulsum/Intisari - Lumbung padi

 

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved