G30S

Mengenal Brigjen Ahmad Sukendro, Target ke-8 yang Berhasil Selamat dari Peristiwa G30S

Minggu (30/9/2018) hari ini, tepat 53 tahun berlalu setelah peristiwa G30S/PKI terjadi. Namun, ada satu petinggi TNI AD yang lolos dari penculikan.

Mengenal Brigjen Ahmad Sukendro, Target ke-8 yang Berhasil Selamat dari Peristiwa G30S
Tribun Pontianak
Pahlawan Revolusi 

Jumlah anggotanya 25 orang, tetapi empat penggerak utamanya adalah Mayjen S Parman, Mayjen MT Haryono, Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, dan Brigjen Ahmad Soekendro.

Grup ini aktif melakukan counter politik untuk menandingi dominasi PKI.

Peran penting Ahmad Soekendro inilah yang membuat PKI geram.

PKI menganggap Ahmad Soekendro sebagai bahaya laten.

Ketika peristiwa G30S/PKI dilancarkan, Brigjen Ahmad Soekendro diperintahkan oleh Soekarno untuk menjadi delegasi Indonesia untuk peringatan hari kelahiran Republik China pada 1 Oktober 1965.

Sehingga, dia selamat dari korban penculikan.

Selepas peristiwa itu, peran Brigjen Ahmad Soekendro mulai tersisih oleh kiprah Ali Moertopo.

Ia tidak bisa membendung jaring-jaring intelijen Ali yang kemudian mempercepat keruntuhan Soekarno.

Namun, Ahmad Soekendro masih mencoba berupaya mempertahankan kekuasaan Soekarno.

Apa yang disebut mantan Dubes Kuba dan teman dekat Soekarno, AM Hanafi, dalam biografinya memperlihatkan upaya Ahmad Soekendro.

Pada 11 Maret 1966, Presiden diikuti para waperdam yang tergopoh-gopoh menuju Bogor karena takut dengan Pasukan Kemal Idris.

Brigjen Ahmad Soekendro menyarankan AM Hanafi untuk mengejar presiden dan terus menempel padanya di mana pun juga Soekarno berada.

“Jangan tinggalkan Bapak sendirian,” kata Brigjen Ahmad Sukendro.

Sepertinya insting intelijen Brigjen Ahmad Soekendro masih cukup tajam untuk membaca arah zaman.

Sayang, AM Hanafi tak bisa melakukan perintahnya karena tak kebagian helikopter pada hari itu.

Petang itu juga juga utusan Soeharto berhasil mendapatkan surat penyerahan kekuasaan (Supersemar).

Ketika Soeharto naik ke puncak kekuasaan, bintang Ahmad Soekendro praktis redup.

Namun meski tenggelam ia tak lantas terdiam.

Dalam sebuah kursus perwira di Bandung, secara mengejutkan ia mengakui keberadaan Dewan Jenderal.

Akibatnya, Soeharto, lewat tangan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, menggiring Brigjen Ahmad Sukendro ke sel RTM Nirbaya Cimahi selama 9 bulan.

Tentunya tanpa pengadilan.

Lepas dari tahanan, Ahmad Soekendro ditampung Gubernur Jateng, Supardjo Rustam.

Ia diberi kepercayaan mengelola perusahaan daerah Jateng.

Meski demikian, radar Soemitro tak serta merta mendepaknya.

Setiap kali terdengar ada gerakan antipemerintah, Ahmad Soekendro adalah orang pertama yang didatangi Soemitro.

“Tidak ada orang intelijen yang lebih hebat daripada dia. Karena itu saya selalu mencurigainya,” kata Mitro.

Artikel ini telah tayang di intisari.grid.id dengan judul "Seharusnya Ada 8 Jenderal yang Akan Diculik G30S PKI, Kenapa Akhirnya Hanya 7?"

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved