Breaking News:

5 Tren Fashion Teraneh di Dunia yang Pernah Digunakan di Masa Lalu, Arsenik Jadi Alat Kecantikan

Dilansir TribunTravel.com dari laman thevintagenews.com, 5 tren teraneh sepanjang sejarah yang pernah digunakan di masa lalu.

thevintagenews.com
Masker wabah Venesia. Dipakai oleh dokter saat merawat korban wabah. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Tren mode datang dan pergi.

Ada yang muncul kembali karena dianggap unik dan menarik.

Namun tak sedikit yang kemudian ditinggalkan karena aneh dan berbahaya.

Meski demikian beberapa tren aneh ini pernah digilai orang-orang dari masa lalu.

Mereka bahkan rela mengorbankan nyawanya demi bisa menjadi bagian dari tren ini.

Dilansir TribunTravel.com dari laman thevintagenews.com, 5 tren teraneh sepanjang sejarah yang pernah digunakan di masa lalu.

1. Botak - Mesir

Di Mesir kuno, orang-orang akan mencukur kepala mereka dan membuang semua rambut tubuh sebagai cara untuk tetap tenang di iklim gurun yang panas.

Memang, menurut sejarawan Yunani Herodotus, orang Mesir terobsesi dengan kebersihan pribadi, mandi beberapa kali sehari, dan menganggap kebersihan diatas segalanya.

Kepala Wesirwer, Pendeta Dewa Montu.
Kepala Wesirwer, Pendeta Dewa Montu. (Foto oleh shooting_brooklyn CC BY-SA 2.5)

6 Tren Fashion Berbahaya yang Pernah Dilakukan Orang Zaman Dulu, Ikat Kaki Terkenal di Tiongkok

Uniknya, setelah mencukur kepala, mereka kemudian memakai hiasan kepala yang rumit, sering terbuat dari rambut alami, serat wol atau sayuran, yang dirancang untuk membuat kepala tetap dingin dan tampil modis.

Gambar patung Nefertiti di Neues Museum, Berlin.
Gambar patung Nefertiti di Neues Museum, Berlin. (Foto oleh Philip Pikart CC BY-SA 3.0)

Gaya wig bervariasi mulai dari "bobs" pendek sederhana hingga headpieces yang digulung dengan gaya dan melengkung.

Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa orang Mesir telah menggunakan wig sejak awal 3400 SM.

2. Pengikat kaki

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved