Breaking News:

G30S

Inilah Kondisi Ekonomi di Indonesia Beberapa Hari Sebelum G30S: Harga Barang Terus Naik

Mengingat peristiwa ini telah terjadi lebih dari lima dekade yang lalu, tentu banyak yang lupa bagaimana kondisi hari-hari menjelang G30S/PKI.

Intisari.Online
Kondisi sebelum G30S/PKI 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Peristiwa G30S/PKI telah berlalu 53 tahun yang lalu.

Meski begitu, noda kelam G30S/PKI masih menorehkan luka dalam sejarah bangsa Indonesia.

Mengingat peristiwa ini telah terjadi lebih dari lima dekade yang lalu, tentu banyak yang lupa bagaimana kondisi hari-hari menjelang G30S/PKI.

Namun, ada satu hal yang paling bisa diingat sebelum G30S/PKI terjadi.

Yakni dengan adanya lagu Genjer-genjer yang berkumandang.

Hal ini disebutkan dalam tulisan Siswadhi yang berjudul Hari-hari Sekitar Tanggal 30 September 15 Tahun yang Lalu, seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi September 1980.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Intisari Online, berikut petikan tulisan karya Siswadhi:

Sementara segelintir orang menikmati hiburan di tempat yang paling tinggi di Jakarta, kehidupan sehari-hari rakyat merana.

Keadaan ekonomi makin bobrok.

Keperluan hidup sehari-hari terus membubung karena inflasi merajalela.

Bagi rakyat biasa kenyataannya ialah, harga-harga selalu naik dari hari ke hari, minggu ke minggu.

Yang paling parah ialah orang yang harus hidup dari gaji.

Beras dan minyak tanah sukar didapat.

Pemerintah membagikan kedua komoditi ini dengan harga resmi tetapi dalam jumlah kecil.

Akibatnya di mana-mana terlihat rakyat antre beras atau minyak tanah.

Tanggal 30 September 1965, sebuah surat kabar ibukota memuat catatan harga keperluan sehari-hari yang didapat, dari pasaran beberapa hari sebelumnya.

Bicara tentang harga-harga, menjadi kurang relevan kalau tidak dibandingkan dengan pendapatan orang.

Seorang rekan yang waktu itu bekerja sebagai guru SD di Jakarta, di belakang Hotel Indonesia teringat, gajinya Rp 5000.

Seorang doktorandus ekonomi yang bekerja di bagian pembukuan sebuah perusahaan ekspor impor lebih mujur, gajinya Rp 150.000.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved