Demi Alasan Ekosistem, Ternyata Ada Larangan Penggunaan Sedotan Plastik di Berbagai Negara

Sedotan setelah dipakai sekali pasti akan dibuang, sehingga sampah sedotan akan mudah berakhir dilautan karena sifatnya yang ringan.

Demi Alasan Ekosistem, Ternyata Ada Larangan Penggunaan Sedotan Plastik di Berbagai Negara
kompas.com
Sampah Sedotan Plastik 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sedotan setelah dipakai sekali pasti akan dibuang, sehingga sampah sedotan akan mudah berakhir di lautan karena sifatnya yang ringan.

Namun ketika sampai di lautan, sedotan plastik lantas tidak langsung terurai.

Ia justru terpecah menjadi partikel-partikel kecil yang dikenal dengan sebutan mikroplastik.

Mikroplatik ini sering disalah artikan oleh hewan laut sebagai makanan.

Direktur Eksekutif Lonely Whale, Dune Ives mengatakan jika sedotan plastik berbahaya karena tidak dapat didaur ulang.

"Sayangnya, kebanyakan sedotan plastik sangat ringan hingga membuatnya lolos dari sortiran mesin daur ulang, akhirnya Ia (sedotan) terbawa ke saluran air menuju laut," tutur Dune Ives.

Masih ingatkah mengenai video viral sedotan plastik yang masuk ke dalam hidung penyu pada 2015.

Keadaan tersebut membuat perilaku manusia berubah.

Mereka lebih sadar akan bahaya sampah plastik terhadap hewan laut.

Bahkan kabar baiknya sedotan plastik diperkirakan akan menghadapi kepunahan.

Sedotan
Sedotan (media.mnn.com)
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ayu Miftakhul Husna
Editor: Sinta Agustina
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved