Mengenal Isi Museum Paseban, Termasuk Ruang yang Tunjukkan Hasil Visum Para Pahlawan Revolusi

Untuk mengenang tewasnya Pahlawan Revolusi, pemerintah Indonesia telah membangun monumen dan museum. Satu di antaranya adalah Museum Paseban.

Mengenal Isi Museum Paseban, Termasuk Ruang yang Tunjukkan Hasil Visum Para Pahlawan Revolusi
60museumjakarta.blogspot.com
Museum Paseban diresmikan pada 1 Oktober 1981 oleh Presiden Soeharto, tepat dua windu setelah insiden Gestapu terjadi. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Bulan September merupakan bulan yang kelam bagi catatan sejarah bangsa Indonesia.

Yakni dengan adanya peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September - Partai Komunis Indonesia) yang berupa pembunuhan terhadap sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) Indonesia.

Peristiwa G30S/PKI terjadi 53 tahun lalu, tepatnya 30 September 1965.

Peristiwa G30S/PKI menewaskan 10 petinggi TNI AD yang akhirnya mendapat gelar Pahlawan Revolusi.

Mereka adalah Letnan Jenderal A Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomihardjo.

Lalu ada Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun, serta Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono.

Seluruh petinggi TNI AD yang jadi korban G30S/PKI dianugerahi pangkat Anumerta.

Anumerta adalah gelar kenaikan pangkat satu tingkat bagi mereka yang meninggal dunia dalam peristiwa yang berkaitan dengan upaya bela negara.

Peristiwa G30S/PKI juga menewaskan putri Jenderal AH Nasution yang saat itu masih berusia lima tahun, Ade Irma Suryani.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved