Tahun Baru Islam

Sama-sama Rayakan Tahun Baru Besok, Inilah Beda Kalender Jawa dengan Islam

Berbarengan dengan Tahun Baru Islam, masyarakat Jawa juga merayakan tahun baru. Tahun Baru Jawa 1 Sura juga jatuh pada tanggal 1 Muharram.

Sama-sama Rayakan Tahun Baru Besok, Inilah Beda Kalender Jawa dengan Islam
todayifoundout.com
Ilustrasi kalender 

Meski demikian, sistem kalender Hijriah tak diserap mentah-mentah oleh kalender Jawa.

Ada sejumlah istilah dan aturan yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya Jawa.

Seperti nama bulan kalender Hijriah yang disesuaikan dengan pengucapan/lidah Jawa atau kegiatan keagamaan masyarakat Islam Jawa yang terjadi bulan itu.

Jadilah Sapar menggantikan Safar atau Besar menggantikan Zulhijah.

Selain konsep bulan, nama hari pada kalender Hijriah juga diadopsi ke dalam kalender Jawa.

Lahirlah nama hari Akad/Ngaat, Senen, dan lain-lain mengganti nama hari yang berbau Arab seperti Ahad, Itsnain, dan seterusnya.

Hal ini juga mengganti nama hari dalam kalender Saka, seperti Radite/Raditya, Soma, dan seterusnya.

Kalender Jawa mengenal konsep tujuh hari yang dinamai saptawara atau siklus mingguan (minggon).

Serta sistem pancawara (lima hari), yang dikenal dengan hari pasaran Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.

Konsep pancawara khas Jawa tidak ada baik dalam kalender Hijriah, Saka, maupun Masehi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved