Mengintip Keunikan Te Wairoa, Desa di Selandia Baru yang Terkubur Letusan Gunung Berapi

Desa Te Wairoa di Selandia Baru, awalnya didirikan oleh misionaris Kristen pada 1848 hingga akhirnya terkubur karena letusan gunung berapi.

Mengintip Keunikan Te Wairoa, Desa di Selandia Baru yang Terkubur Letusan Gunung Berapi
nzstatic.com
Desa Te Wairoa di Selandia Baru, awalnya didirikan oleh misionaris Kristen pada 1848 hingga akhirnya terkubur karena letusan gunung berapi. 

Pada 1886, Te Wairoa sudah menjadi obyek wisata yang populer dengan hotel-hotel dan jalan-jalan yang mengarah pada sebuah wisata alam indah.

Namun, pada tengah malam tanggal 10 Juni, rakyat Te Wairoa dibangunkan oleh serangkaian gempa bumi kecil.

Tak selesai di situ, gempa bumi yang jauh lebih besar juga mengikuti dengan akhirnya ledakan besar-besaran.

Selama lebih dari empat jam, batu, abu dan lumpur terus-terusan membombardir desa.

Desa Te Wairoa pun terkubur di bawah lapisan lumpur setinggi 121 cm.

Letusan itu telah memakan korban jiwa sebanyak 153 orang dan menjadi bencana alam terbesar Selandia Baru.


Museum di Te Wairoa
Museum di Te Wairoa (Ancient Origins)

Selama bertahun-tahun setelah letusan, rumah-rumah orang Maori yang disebut Hinemihi ditemukan mengeras.

Namun bangunan yang ditemukan ini, pada akhirnya dijual ke Gubernur Jenderal Selandia Baru dan dikirim ke Inggris untuk ditempatkan di Taman Clandon, Surrey.

Usai bencana, tata ruang Desa Te Wairoa mulai dibangun lagi pada 1906.

Situs itu kemudian dikembangkan oleh Keluarga Smith untuk dijadikan obyek wisata.

Pada 1999, sebuah museum pun ditambahkan yang dapat mengungkap bagaimana budaya Maori dan Eropa terintegrasi selama fase perkembangan sosial Selandia Baru ini.

Artikel ini telah tayang di intisari.grid.com dengan judul Inilah Te Wairoa: Sebuah Desa Unik yang Terkubur di Bawah Abu Vulkanik

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved