Breaking News:

Indonesia Wajib Mencontoh! Begini Cara yang Digunakan 4 Kota di Dunia untuk Perangi Polusi

Polusi udara menjadi satu musuh utama penduduk perkotaan. Buruknya kualitas udara di wilayah kota mendatangkan berbagai masalah kesehatan.

My Modern Met
Nanjing Vertical Garden 

Sebuah firma konstruksi di Italia mengembangkan inovasi semen biodinamik.

Semen ini mampu menyerap nitrogen oksida dan polutan sulfur di udara, kemudian mengubahnya menjadi garam.

Mineral ini akan hilang ketika hujan.

Bahan semen ini kemudian diaplikasikan dalam pembangunan gedung The Palazzo yang dirancang oleh arsitek Nemesi and Partners.

The Palazzo atau Smog Eating Building menjadi bangunan pertama yang mempu menyerap polutan di udara.

Bangunan ini mampu mengurangi penggunaan energi sebesar 40 persen.

Selain itu, The Palazzo juga memiliki atap kaca dengan panel surya.

Panel ini bisa memberikan pasokan daya listrik sebesar 140 kilowatt, seperti dikutip dari Dailymail.

Pembangunan The Palazzo membutuhkan 2.200 ton bahan semen yang diklaim mampu menahan tekanan lebih tinggi dibanding semen biasa.

Beijing

Kabur dari Kebun Binatang, Monyet Kecil Ini Mampir ke McDonalds untuk Makan Kentang Goreng

Dengan predikat sebagai kota dengan tingkat polusi paling tinggi di dunia, pemerintah Beijing melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pencemaran di wilayah tersebut.

Selain mengurangi penggunaan batu bara, kota ini juga merencanakan pembangunan ventilation corridor.

Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara dan hawa panas di kota.

Menurut badan meteorologi Beijing, temperatur di pusat lebih tinggi 3 derajat dibanding area sekitarnya.

Koridor ini terdiri dari taman, hutan, sungai, jembatan jalan raya, dan bangunan bertingkat rendah.

Dengan pembangunan ini, tiupan angin dari utara akan memecah polutan di udara.

Saat ini sudah ada 10 usulan ventilation corridor dengan lebar sebesar satu kilometer, dan tujuh lainnya dengan lebar 200 meter.

Madrid

Transportasi umum di Madrid, Spanyol
Transportasi umum di Madrid, Spanyol (shminhe.com)

November mendatang, pemerintah Kota Madrid menerapkan larangan penggunaan kendaraan di pusat kota.

Mobil yang melanggar aturan ini akan dikenai sanksi berupa denda sebesar 90 euro.

Aturan ini berlaku bagi kendaraan milik penduduk di luar Kota Madrid.

Kendaraan yang diizinkan berada di zona ini adalah mobil milik penduduk, kendaraan pengiriman non emisi, taksi, dan kendaraan umum.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara 4 Kota Dunia Perangi Polusi".

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved