Keju Tertua di Dunia yang Ditemukan di Makam Mesir Ternyata Berisi Bakteri Berbahaya Bagi Manusia

Keju berusia 3.200 tahun ditemukan di sebuah makam Mesir Kuno, tepatnya di samping makam pemimpin Kota Memphis, Ptahmes.

Keju Tertua di Dunia yang Ditemukan di Makam Mesir Ternyata Berisi Bakteri Berbahaya Bagi Manusia
University of Catania and Cairo University
Keju kuno di Makam Mesir 

Namun, para peneliti juga menemukan jejak peptida yang konsisten dengan Brucella melitensis, yakni bakteri yang menyebabkan brucellosis.

Ini adalah hal yang tidak mengherankan, mengingat keju ini tidak dipasteurisasi.

Sehingga kemungkinan keju kuno ini juga berpotensi bahaya penyakit.

“Cara paling umum untuk terinfeksi Brucella melitensis adalah dengan memakan atau minum produk susu yang tidak dipasteurisasi atau mentah."

"Ketika domba, kambing, sapi, atau unta terinfeksi, susu mereka terkontaminasi dengan bakteri,” tulis Pusat Pengendalian Penyakit AS di situs webnya.

"Jika susu dari hewan yang terinfeksi tidak dipasteurisasi, infeksi akan ditularkan kepada orang yang mengkonsumsi susu dan/atau produk kejunya."

Brucellosis biasanya tidak fatal, tetapi itu adalah tipe penyakit yang jahat.

Gejalanya mencakup demam, keringat pada malam hari, malaise, dan nyeri otot.

Terkadang disertai masalah kesehatan jangka panjang seperti radang sendi, pembengkakan testis, kelelahan kronis, dan endokarditis (pembengkakan jantung), dan lainnya.

Bukti arkeologi sebelumnya telah menunjukkan, orang Mesir kuno tidak asing dengan Brucellosis.

Sehingga, penemuan baru ini memberikan bukti lebih lanjut tentang infeksi Brucellosis serta sarana penularannya melalui keju yang terinfeksi.

Adapun rasa kejunya memiliki konsistensi yang sama dengan keju jenis chevre, Paul Kindstedt, profesor dari University of Vermont mengatakan kepada New York Times.

Namun, rasanya "benar-benar, asam.“

Paul menambahkan, kelembapan keju ini pun cukup tinggi sehingga kemungkinan bisa dioleskan mirip seperti keju krim atau selai.

Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved