Keju Tertua di Dunia yang Ditemukan di Makam Mesir Ternyata Berisi Bakteri Berbahaya Bagi Manusia

Keju berusia 3.200 tahun ditemukan di sebuah makam Mesir Kuno, tepatnya di samping makam pemimpin Kota Memphis, Ptahmes.

Keju Tertua di Dunia yang Ditemukan di Makam Mesir Ternyata Berisi Bakteri Berbahaya Bagi Manusia
University of Catania and Cairo University
Keju kuno di Makam Mesir 

Paparan lingkungan gurun alkalin selama 33 abad yang kuat mengubah sifat kimia dari sampel keju (terutama kandungan lemaknya).

Hal ini membuat analisis zat putih tersebut menjadi lebih sulit.

Untuk mempelajari temuan yang diduga keju ini, tim yang dipimpin oleh Enrico Greco dari University of Catania di Italia harus menyusun cara terbaru untuk menganalisis protein dan mengidentifikasi penanda peptida (jejak asam amino yang menandakan keberadaan zat-zat tertentu).

Setelah melarutkan sedikit bagian dari keju ini, tim Greco mengisolasi dan memurnikan sampel protein.

Protein dianalisis secara hati-hati menggunakan spektrometri massa dan kromatografi cair.

Terlepas dari peluruhan selama bertahun-tahun, para peneliti masih mampu mengidentifikasi jejak-jejak peptida spesifik, mengidentifikasi substansi ini sebagai jenis keju keras.

Analisis menunjukkan, keju ini diproduksi dengan mencampurkan susu dari kambing, domba, dan kerbau Afrika.

Ini menjadi hal aneh karena kerbau Afrika adalah spesies yang biasanya tidak terkait dengan binatang ternak dan perahan pada masa Afrika modern.

Sementara, kain kanvas dianalisis dan membuktikan itu baik untuk menyimpan benda padat, bukan cair

Kain ini kemungkinan digunakan untuk menutupi keju, atau bagian atas kendi.

(University of Catania and Cairo University)
Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved