Pendakian Hanya Sampai Kalimati, Upacara 17 Agustus di Puncak Gunung Semeru Dilarang

Puncak Mahameru yang berada di ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut berbahaya bagi pendaki.

Pendakian Hanya Sampai Kalimati, Upacara 17 Agustus di Puncak Gunung Semeru Dilarang
Tribun Travel/Sinta Agustina
Puncak Mahameru dilihat dari Kalimati. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melarang pendaki menggelar upacara kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Puncak Gunung Semeru atau Puncak Mahameru.

Sebab, Puncak Mahameru yang berada di ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut berbahaya bagi pendaki.

Karenanya, batas pendakian yang diperbolehkan hanya sampai pos Kalimati, pos sebelum menuju puncak.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedie mengaku sudah menyediakan dua titik di dalam kawasan Gunung Semeru untuk dijadikan tempat upacara.

Yakni di Ranu Kumbolo dan Kalimati.

"Kegiatan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI dilaksanakan di Ranu Kumbolo dan Kalimati," kata John, Rabu (15/8/2018).

Pelaksanaan upacara itu didukung Komunitas Gimbal Alas yang menerjunkan 50 orang anggotanya dan mahasiswa pecinta alam HIMAKPA Institut Teknologi Nasinoal (ITN) Malang yang mengirim 14 orang untuk bertugas membantu TNBTS selama pelaksanaan upacara.

Sementara itu, John tidak memungkiri jika masih ada pendaki yang nekat menuju puncak.

Meskipun, pihaknya sudah memasang imbauan dan larangan supaya pendaki tidak naik ke puncak.

"Kalau Puncak Mahameru sama sekali kita tidak perkenankan. Kalau nekat ya risiko masing-masing," katanya.

Saat ini, kuota pendakian untuk HUT Kemerdekaan RI sudah penuh. Kuota sebanyak 600 tiket per hari yang disediakan secara online sudah habis.

"Sudah penuh. Semuanya booking online. Tanpa booking online tidak bisa masuk," katanya. Pihak TNBTS sengaja tidak menambah kuota, berkaitan dengan daya dukung maksimal di Gunung Semeru yang hanya diperbolehkan untuk 2.000 pendak

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendaki Dilarang Gelar Upacara Kemerdekaan di Puncak Mahameru"

Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved