HUT ke 73 RI

Waspadai Hipotermia Saat Mendaki Gunung untuk Rayakan 17 Agustus-an, Begini Gejalanya

Saat peringatan 17 Agustus-an, banyak masyarakat yang memilih mendaki gunung untuk merayakan hari kemerdekaan.

Waspadai Hipotermia Saat Mendaki Gunung untuk Rayakan 17 Agustus-an, Begini Gejalanya
infohobikamu.com
Merayakan kemerdekaan RI dengan mendaki gunung. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat peringatan 17 Agustus-an, banyak masyarakat yang memilih mendaki gunung untuk merayakan hari kemerdekaan.

Namun, sebagai satu aktivitas fisik yang berat, mendaki gunung juga bisa mengundang beberapa jenis penyakit.

Satu di antaranya adalah hipotermia.

Hipotermia tak hanya menghantui pendaki gunung-gunung es/bersalju, tetapi juga di wilayah tropis seperti Indonesia.

Saat di gunung-gunung wilayah tropis, gejala hipotermia pun tak cuma terjadi pada musim hujan, tetapi juga musim kemarau seperti jelang perayaan kemerdekaan RI ke-73 saat ini.

Untuk mengantisipasinya, ada baiknya kita kenali definisi dan gejala hipotermia terlebih dahulu.

ILUSTRASI pendaki hipotermia
ILUSTRASI pendaki hipotermia (llanberismountainrescue.co.uk)

Melansir laman Kompas.com, hipotermia tak hanya terjadi karena suhu dan ketinggian, tapi juga kondisi badan.

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu bagian dalam tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius.

Suhu dalam ini berbeda dengan suhu luar atau suhu kulit.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved