Pemerintah Kota di China Minta Warga Kurangi Populasi Serangga dengan Memakannya

Apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu ketika mendengar serangga dijadikan makanan?

nextshark
Jangkrik. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu ketika mendengar serangga dijadikan makanan?

Sebagian orang mungkin merasa jijik dan sebagian lagi biasa saja, karena serangga memang sudah menjadi konsumsi yang lazim di beberapa negara.

Baru-baru ini, Kota Hangzhou di China Timur meminta warganya untuk membantu mengurangi populasi "cicadas" (serangga sejenis jangkrik) yang sangat merugikan.

Menurut laporan China Central Television, Landscape Department of Hangzhou (Departemen landskap Hangzhou) meminta 9 juta warga kota tersebut mengendalikan populasi jangkrik yang merusak vegetasi.

"Populasi jangkrik semakin meningkat. Bagi yang suka boleh menangkap dan memakannya," kata agen pemerintah setempat.

Beberapa warga menyatakan tidak tertarik memakan jangkrik, namun ada juga yang bersedia menangkap dan memasak serangga tersebut.

(nextshark)

Video penduduk setempat memasak jangkrik pun beredar luas di media sosial Tiongkok.

Seorang blogger makanan dari Hangzhou, yang menggunakan akun “Private Dining” di Weibo turut mengunggah video-video yang dia ambil selama proses penangkapan dan memasak serangga.

Dalam rekaman tersebut terlihat ada puluhan serangga yang digoreng dengan wajan.

"Jangkrik yang baru digoreng, semua segar dan masih hidup, ini terlalu enak," tulisnya.

Dilansir dari Nextshark.com, Senin (16/7/2018), menurut Kepala Perencana Kota Hijau, Sun Xiaoping, tingginya populasi jangkrik di kota ini gara-gara serangga ini tidak memiliki pemangsa alami.

"Biasanya serangga ini dimangsa oleh burung dan belalang. Tetapi, burung dan belalang sudah kalah dengan kota yang dipenuhi beton, jadi manusia yang akan menjadi pemangsanya," kata Sun.

Diketahui bahwa jangkrik dapat hidup hingga lima tahun dan menghasilkan seratus telur setiap musim kawin.

Meski demikian, jangkrik dikatakan sebagai sumber nutrisi yang sehat karena menyediakan protein dua kali lebih banyak seperti daging dan ikan.

Serangga seperti jangkrik juga kaya lemak, zat besi dan kalsium, menurut jurnal yang diterbitkan oleh Organisasu Pangan dan Pertanian PBB.

Bagaimana travelers? Adakah di antara kalian yang berniat mencicipi?

(TribunTravel.com/rizkytyas)

Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved