TRIBUNTRAVEL.COM - Hajatan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia, tinggal menghitung hari.
Negeri Beruang Merah akan menjadi tuan rumah untuk turnamen sepakbola internasional empat tahunan tersebut.
Sebanyak 32 tim nasional dari lima benua akan bertanding dan memperebutkan gelar jawara Piala Dunia.
Nah bagi kamu yang beruntung bisa menonton langsung pertandingan multiakbar itu, jangan lupa untuk jalan-jalan.
Banyak spot wisata yang bisa kamu kunjungi di negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut.
Satu di antaranya kamu bisa menyambangi Kota St Petersburg atau Leningrad.
Lanskap kota terbesar kedua setelah Moskow ini tak beda jauh dengan kota-kota besar di Eropa Barat, seperti Amsterdam, Berlin, atau London.
Lokasinya berada di pinggiran Sungai Neva dengan ratusan kanal di dalamnya menjadikan kota ini sebagai Venesia-nya Rusia.
Nah, di antara puluhan tempat wisata di sana, di dekat bantaran Sungai Neva terdapat sebuah masjid kubah berwarna biru.
Masjid yang dibuka pada 1913 ini mampu menampung 7 ribu jemaah dan diklaim menjadi masjid terbesar di Eropa di luar Turki.
Selain sebagai tempat sembahyang, masjid ini juga sangat membanggakan bagi orang Indonesia.
Apa pasal?
Masjid ini menggunakan nama presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.
Masjid yang berjarak 900 Km dari Moskow juga kerap disebut sebagai Masjid Biru Soekarno.
Masjid ini terbagi jadi beberapa bagian.
Lantai pertamanya mampu menampung lebih dari dua ribu jemaah.
Sementara lantai dua dan tiga dipakai untuk salat jemaah wanita, sehingga tak perlu sekat seperti yang ada di beberapa masjid.
Uniknya, untuk bisa mengikuti salat berjemaah, para wanita hanya bisa melihat ke imam melalui dua jendela yang telah disiapkan.
Jangan lupa, ketika hendak masuk masjid, ucapkan salam sambil perkenalkan, traveler berasal dari Indonesia.
Bila tidak dimengerti penjaga, katakan dari Jakarta.
Bila masih ada kesulitan, jangan segan-segan menggunakan password paling mujarab: Presiden Soekarno!
Dijamin, petugas akan langsung mempersilakanmu menikmati semua isi masjid sepuasnya karena traveler dianggap Soekarno Kecil.
Lantas, kenapa masjid dengan kubah setinggi 39 meter itu disebut Masjid Biru Soekarno?
Tak lain karena andil Ir Soekarno yang membuka kembali masjid tersebut sebagai tempat ibadah.
Dilansir dari Kompas.com, selama Rusia yang dulunya bernama Uni Soviet berkuasa, masjid itu ditutup dan dialihfungsikan menjadi gudang.
Pada masa itu, hampir semua tempat ibadah dilarang digunakan.
Beberapa di antaranya dijadikan kantor pemerintahan dan museum.
Nah, saat itu, Ir Soekarno tengah berkunjung ke Petersburg, sedang mencari tempat untuk bisa salat.
Ia pun meminta masjid di Saint Petersburg ini untuk bisa dipakai.
Berkat kelihaian komunikasi Bung Karno membujuk pemimpin Uni Soviet waktu itu, Nikita Khrushchev, Blue Mosque dibuka kembali untuk tempat ibadah hingga sekarang.
Ada satu aturan yang harus dipatuhi siapa saja yang ingin masuk ke Masjid Biru ini, terlebih kaum Hawa.
Aturan di Blue Mosque, setiap wanita tak berhijab tak boleh masuk ke dalam masjid.