Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara
TRIBUNTRAVEL.COM - Musim mudik segera tiba, seperti tahun-tahun kemarin jumlah pemudik kemungkinan besar didominasi oleh pengendara sepeda motor.
Namun, tak dipungkiri pula jika pengendara sepeda motor memang lebih rawan dan memiliki risiko tinggi dalam mengalami kecelakaan di jalan raya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan insiden tak diinginkan tersebut.
Satu di antaranya adalah perilaku pengendara sepeda motor yang buruk.
Padahal, setiap pengguna jalan raya dituntut untuk selalu berhati-hati dan waspada.
Sehingga buruknya beberapa perilaku pengendara sepeda motor dapat membahayakan pengguna jalan yang lain.
Oleh karenanya, kali ini TribunTravel.com telah merangkum lima perilaku buruk pengendara sepeda motor yang harus kamu hindari nanti terutama saat mudik.
1. Menggunakan sepeda motor sambil sibuk bermain ponsel.
Baik hanya chatting, sms, atau malah bertelepon ria.
2. Salah menggunakan lampu sein atau sama sekali tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok.
Mau belok kanan, lampu sein yang nyala yang kiri atau sebaliknya.
Atau main belok sesuka hati tanpa memberi sinyal kepada pengguna kendaraan lain.
Jangan pernah melakukan kedua hal ini ya.
3. Memotong jalan pengendara mobil atau sepeda motor lainnya.
Tentu hal ini sangat membahayakan.
Apalagi jika kamu tiba-tiba berbelok ke kanan dari sisi kiri melewati pengguna mobil atau motor yang akan jalan lurus.
4. Tidak menggunakan helm.
5. Bersepeda motor beriringan dan saling mengobrol dengan kecepatan rendah.
Biasanya, hal ini umum kita lihat di jalan di mana dua atau tiga pengendara sepeda motor berjalan beriringan sambil mengobrol.
Tentu, ini juga satu di antara 'spesies' pengguna sepeda motor yang paling egois.
Ingatlah, kalau jalan raya adalah milik umum dan bukan tempat yang tepat untuk mengobrol.
Kalau memang mau mengobrol, mending minggir dan cari kafe atau restoran saja biar lebih nyaman.
6. Menerobos lampu lalu lintas.
Acapkali kita menemui pengendara sepeda motor yang tetap nekat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi padahal lampu lalu lintas mulai kuning atau malah sudah berwarna merah.
7. Melawan arus jalan.
Ada beberapa jalan yang seharusnya hanya dapat dilalui satu jalur saja.
Namun, ada pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus hanya karena terburu-buru atau ingin menghemat waktu.
8. Berhenti di depan palang kereta api.
Yup, kebiasaan ini sangat berbahaya karena ada risiko terserempet kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Belum lagi terkena lemparan batu atau kerikil yang terpental saat kereta melintas.
Terkadang ada pula sepeda motor yang nekat berhenti memenuhi semua badan jalan, padahal jalan itu digunakan untuk dua jalur berlawanan arah.
Kalau begini ya jelas, kendaraan dari arah depan bakal kesulitan buat lewat setelah palang kereta naik kalau badan jalan dipenuhi sepeda motor.
9. Tidak sabar saat ada mobil atau truk atau bus yang putar balik arah.
Banyak pengendara motor yang merasa tidak sabar saat ada kendaraan besar akan putar balik.
Mereka akan terus melajukan sepeda motornya meski saat itu badan mobil atau bus sudah melintang.
Hal ini tentu akan membuat pengendara mobil yang akan berbalik arah itu kaget.
Seharusnya sudah tahu ukuran kendaraan besar, tentu butuh waktu untuk memutar arah kendaraannya.
Jadi, apa salahnya sih kalau pengguna sepeda motor sabar dan berhenti sebentar agar memberi kesempatan pengendara mobil/bus/truk untuk berputar arah?
10. Ada mobil atau motor lain yang siap belok kanan dan sudah menyalakan lampu sein, tapi si pengendara sepeda motor malah nekat menyalipnya dengan kecepatan tinggi dari kanan.
Sungguh, ini adalah perbuatan keterlaluan.