Breaking News:

Mudik Lebaran 2018

Atasi Mabuk Kendaraan, Coba Lakukan 10 Hal Ini: Tempelkan Koyo di Pusar

Biasanya, mabuk perjalanan diawali dengan gejala kepala terasa pusing, mual, keluar keringat dingin, lantas muntah.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Sri Juliati
Berkeley Wellness
Ilustrasi mabuk di kendaraan. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Sri Juliati

TRIBUNTRAVEL.COM - Masa mudik Lebaran akan datang sebentar.

Bagi mereka yang akan pulang kampung, tentu sudah saatnya bersiap-siap agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

Terlebih bagi mereka yang punya masalah mabuk kendaraan!

Sebenarnya, mabuk saat perjalanan lazim terjadi pada kita saat kondisi tubuh sedang tidak fit.

Bisa juga karena kendaraan yang kita tumpangi bergerak tak teratur, melintasi jalan penuh lubang, atau jalannya berkelak-kelok naik turun.

Apalagi bila kita memiliki kebiasaan tersebut, mau naik kendaraan apapun, tetap saja mabuk.

Bahkan ada yang kendaraannya saja belum datang, eh perut rasanya sudah mual dan kepengen muntah.

Ironisnya, mereka yang tidak mabuk sering mengolok kita dengan istilah ndeso hanya karena mengoleskan minyak gosok sebagai satu antisipasi biar nggak mabuk.

Padahal, ndeso dan mabuk, kan, nggak ada hubungannya.

2 dari 4 halaman

Biasanya, mabuk perjalanan diawali dengan gejala kepala terasa pusing, mual, keluar keringat dingin, lantas muntah.

Cara pencegahan yang paling gampang adalah meminum obat anti mabuk, dua jam sebelum perjalanan.

Namun, bagi kamu yang takut merasa terganggu dengan obat-obatan tersebut, cobalah beberapa alternatif di bawah ini.

1. Duduk di depan atau samping sopir

Ini tips lawas yang seringkali berhasil.

Selama perjalanan, fokuskan pandangan ke depan, jangan menengok ke kiri dan kanan.

Sementara saat naik pesawat, kamu bisa memilih duduk di area tengah untuk menimalkan getaran mesin.

2. Jangan membaca

Terkadang, untuk mengalihkan fokus kita pada rasa mual, membaca jadi alternatif kegiatan.

Ternyata, itu salah kaprah!

3 dari 4 halaman

Membaca selama perjalanan malah akan menambah rangsangan dari mata, sehingga kerja otak bertambah berat.

3. Minum minuman hangat

Minuman teh jahe
Minuman teh jahe (Dr. Oz)

Sebelum memulai perjalanan, cobalah meminum minuman hangat seperti jahe.

Jahe memiliki kandungan senyawa 6-gingerols dan galanolactone yang mampu mencegah timbulnya mual dan muntah.

4. Kepalkan tangan

Bila rasa mual tak kunjung reda, kamu bisa coba mengepalkan, melemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang.

Hal ini berguna untuk menaikkan peredaran darah.

Pijitan pada jemari dan telapak tangan dapat membantu menghilangkan rasa pusing ringan.

5. Hindari makan pedas

Makanan pedas wajib kamu hindari sebelum perjalanan supaya pencernaanmu tidak perlu bekerja keras.

4 dari 4 halaman

Apalagi makanan pedas dapat memicu diare.

6. Obati dengan Antihistamin

Obat jenis antihistamin umumnya digunakan dalam pencegahan dan pengobatan mabuk perjalanan.

Antihistamin dapat mencegah dan mengatasi mual, muntah, dan pusing, serta menenangkan stimulasi di telinga bagian dalam.

7. Menempelkan koyo di pusar

Percaya atau tidak, cara lawas ini juga berhasil menghalau rasa mual yang hendak datang.

Pasalnya, badan tetap merasa hangat dan tidak masuk angin.

Bila terlalu risih menempelkan koyo, kamu bisa menggantinya dengan mengusap-usapkan minyak kayu putih ke perut.

8. Jangan begadang

Sudah tahu mau melakukan perjalanan jarak jauh, maka yang harus dilakukan adalah jangan begadang.

Tahu sendiri kan, begadang bisa membuat badanmu nggak fit, lemas, dan kurang sehat.

Padahal perjalanan jauh butuh fisik kuat.

9. Minum air putih, bukan soda

Minum air putih
Minum air putih (secondwindwater.com)

Ada anggapan dengan minum soda, membuat kita tidak mabuk.

Mulai sekarang, jangan percaya!

TribunTravel.com pernah mempraktikkan dan tetap saja perut rasanya mual lantas berakhir dengan muntah-muntah.

Sebaiknya minum air putih atau jus saja, sebab minuman bersoda dapat merangsang perut.

10. Siapkan kantung plastik

Bila cara-cara di atas tidak berhasil, baiknya siapkan kantung plastik.

Yang perlu diingat, bila gejala mabuk mulai terasa, usahakan duduk tenang atau cobalah berbaring.

Jangan memejamkan mata atau berusaha tidur.

Usahakan melihat pemandangan di luar, tapi jangan melihat benda-benda yang bergerak cepat.

Hal itu akan membingungkan otak dan membut kepala menjadi pusing.

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
TribunTravel.com
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved