Breaking News:

Pernah Alami Kejayaan, Keberadaan 6 Profesi Ini Sekarang Semakin Langka, Termasuk Tukang Pos

Seiring perkembangan zaman beberapa profesi di Indonesia harus rela meredup, bahkan menghilang.

steemit.com
Tukang pos, satu dari profesi di Indonesia yang semakin langka. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup, setiap orang harus bekerja.

Namun, seiring perkembangan zaman beberapa profesi di Indonesia harus rela meredup, bahkan menghilang.

Mulai dari tukang jahit kasur keliling, petani, hingga tukang pos.

Ada banyak faktor yang menyebabkan hilangnya profesi-profesi ini.

Seperti perkembangan tren, teknologi, atau anggapan dari satu profesi tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial di masa sekarang.

Lalu apa saja jenis profesi di Indonesia yang kini semakin menghilang?

Dirangkum TribunTravel.com dari berbagai sumber, berikut deretannya.

1. Tukang jahit kasur keliling

(dpudtsumselbaru.blogspot.co.id)

Dulu, sebagian besar masyarakat menggunakan kasur kapuk.

2 dari 4 halaman

Tak heran, profesi tukang jahit kasur keliling mudah dijumpai.

Pasalnya, mereka yang melakukan pekerjaan ini sangat dibutuhkan ketika pemilik kasur merasa alas tidur kapuknya kempes dan tipis.

Biasanya, tukang jahit kasur membawa peralatan jahit, karung berisi gumpalan kapuk, dan kain kasur dengan bersepeda atau berjalan kaki.

Namun, seiring semakin banyak masyarakat yang menggunakan kasur busa, profesi ini semakin lama semakin menghilang.

2. Loper koran

(bingkailensa.blogspot.id)

Loper koran merupakan satu di antara sekian banyak profesi yang kini semakin tergerus kemajuan teknologi dan era digital.

Yup, bisa dilihat bagaimana media cetak satu per satu menghilang akibat pesatnya pemberitaan lewat teknologi dan media online.

Mereka yang masih mempertahankan profesi ini berjuang keras menjual koran secara keliling maupun dijajakan di lampu lalu lintas.

Padahal, saat koran mengalami masa kejayaannya dulu, seorang loper koran dapat menangguk untung dan penghasilan yang cukup banyak dari pekerjaan ini.

3. Tukang foto keliling

(kompasiana.com)
3 dari 4 halaman

Dulu, fotografi masih merupakan hal yang langka dan mewah.

Oleh karenanya, profesi tukang foto keliling sangat banyak dan mudah dijumpai di tempat wisata maupun berkeliling dari rumah ke rumah.

Namun, sekarang masyarakat sudah memiliki kamera digital sendiri atau ponsel pintar yang semakin murah lengkap dengan fitur kamera.

Tak heran, profesi ini sudah semakin ditinggalkan karena pelanggannya tak sebanyak dulu.

Tukang foto keliling dadakan sekarang masih bisa ditemui di event-event wisuda.

4. Penjaga wartel (warung telepon)

(kaskus.id)

Penjaga wartel pernah menjadi profesi yang digeluti banyak orang.

Bagaimana tidak, di era pertengahan 90an hingga awal 2000an wartel menjamur di mana-mana.

Pasalnya, saat itu baik telepon rumah maupun telepon genggam masih menjadi barang yang sangat mewah.

Sehingga, masyarakat membutuhkan jasa wartel untuk melakukan panggilan telepon.

4 dari 4 halaman

Namun, kini keberadaan telepon genggam dengan sederet fitur yang canggih menyebabkan wartel hampir-hampir tidak bisa ditemukan lagi.

Tak heran, profesi penjaga wartel kini sudah menghilang.

5. Petani

(infobanknews.com)

Ini adalah ironi dari negeri kita tercinta, Republik Indonesia.

Di negeri yang hakikatnya adalah negeri agraris, keberadaan petani kini semakin menurun.

Pasalnya, generasi penerus yang bersedia untuk bertani kini semakin langka.

Profesi petani sendiri juga dianggap sebagai profesi dengan penghasilan yang tidak menjanjikan.

Apalagi di tengah-tengah naiknya harga kebutuhan hidup.

6. Tukang pos atau pengantar surat

(steemit.com)

Tentu kamu juga memperhatikan, kini keberadaan Pak Pos yang berkeliling dengan ciri khas sepeda dan kantong surat berwarna oranye semakin langka.

Yup, lagi-lagi akibat kemajuan teknologi, profesi ini juga kini semakin langka.

Pasalnya, masyarakat kini sudah semakin jarang menulis surat.

Bahkan, pengiriman dokumen kini lebih memilih dilakukan via online untuk menghemat waktu.

Sehingga, profesi tukang pos kini sudah banyak berkurang.

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
Indonesia
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved