Breaking News:

Ditemukan di Pub Inggris, Tengkorak Berusia 160 Tahun Ini Berisi Catatan Tangan yang Mengerikan

Tengkorak ini ditemukan di pembuangan sampah sebuah pub Inggris. Isinya sebuah catatan mengerikan tentang eksekusi pada tengkorak itu.

scroll.in
Penemuan tengkorak 

Namun karena banyak terjadi penindasan yang dilakukan perusahaan itu, membuat banyak terjadi pemberontakan.

Pemberontakan dimulai pada Mei 1857.

Pemberontakan dimulai oleh kelompok sepoy, tetapi segera menyebar ke kelompok lain dari masyarakat India.

Ada 50.000 tentara Inggris di India pada saat itu, dan pertempuran skala penuh diselingi dengan pembantaian brutal.

Orang-orang India itu akhirnya dikalahkan oleh pasukan Inggris yang dipimpin oleh Sir Colin Campbell.

Dia kemudian dijadikan Baron Clyde.

Ilustrasi pertempuran
Ilustrasi pertempuran (pcdn.co)

Tengkorak yang ditemukan di pub itu kemungkinan milik Alum Bheg, satu pemberontak yang berhasil ditangkap.

Catatan yang ditemukan dengan tengkoraknya menggambarkan bagaimana dia dan kelompoknya menyerang beberapa warga Inggris yang melarikan diri ke tempat yang aman dari sebuah benteng.

Mereka kemudian menembak mati seorang bernama Dr. Graeme dan beberapa Pendeta, bersama dengan istri dan anak perempuannya.

Catatan itu berlanjut dengan menggambarkan Alum Bheg yang memiliki tinggi 5 kaki 7,5 inci dan berusia 32 pada saat kematiannya.

Catatb itu juga menyebut jika Kapten Costello dari Pengawal Dragoon 7 hadir di eksekusi Bheg.

Dan Costello adalah orang yang membawa tengkorak itu dari India ke Inggris.

Lokasi pertempuran
Lokasi pertempuran (pcdn.co)

Selama penelitiannya, Dr. Wagner menemukan surat yang ditulis oleh Andrew Gordon, seorang misionaris Amerika di India.

Gordon telah mengenal keluarga Hunter dan Dr. Graham, dan dia juga menyaksikan eksekusi Bheg.

Bertekad untuk mencari tahu lebih banyak tentang Bheg, Dr. Wagner kemudian melakukan perjalanan ke Sialkot.

Kota yang menjadi tempat pertempuran sengit antara sepoy dan pasukan Inggris yang dipimpin oleh Jenderal John Nicholson.

Para sepoy sedang menuju Delhi, pasukan Nicolson berhasil menyusul mereka di Sungai Ravi.

Sekitar 1.100 sepoy tewas.

Bheg menjadi satu prajurit yang berhasil ditangkap.

Penelitian Wagner menunjukkan bahwa Bheg kemungkinan besar adalah seorang Muslim Sunni yang berasal dari India utara.

Cara eksekusinya sebenarnya memiliki logika yang mengerikan.

Tubuh Bheg yang dihancurkan dengan meriam membuatnya tak mampu melakukan upacara pemakaman tradisional, menjadikan ini sebagai hukuman yang sangat mengerikan bagi pemberontak.

Sementara Wagner tidak dapat menemukan bukti dokumenter lain tentang Bheg, kehidupan kapten Costello menghasilkan lebih banyak rincian.

Costello lahir di County Mayo, Irlandia, yang merupakan keluarga pemilik tanah.

Dia menjadi pemimpin di Pengawal Dragoon 7 pada 1851 untuk memberantas pemberontakan di India.

Setelah berhasil memberantas dan menghukum mati pemberontak, Costello akhirnya meninggalkan tentara pada Agustus 1858, kembali ke Inggris dengan cenderamata tengkorak milik Bheg.

Bagaimana tengkorak itu berakhir di pub Lord Clyde tetap menjadi misteri.

Ilustrasi pemberontakan Sepoy
Ilustrasi pemberontakan Sepoy (pcdn.co)

Dan tampaknya Alum Bheg bukan satu-satunya yang tersisa di Inggris.

Pada 1911 The Illustrated London News melaporkan bahwa "kenang-kenangan yang mengerikan dari Pemberontakan India, baru saja ditempatkan di museum Royal United Service Institution di Whitehall. Ini adalah tengkorak sepoi dari Resimen Infanteri Bengal ke-49 yang diledakkan dengan senapan pada 1858. Tengkorak itu telah diubah menjadi kotak cerutu seperti yang kita lihat. ”

Setelah melakukan penelitian panjang, Dr. Wagner, berniat mengembalikannya ke India.

Meskipun dia tidak dapat melacak kerabat Bheg yang masih hidup, namun dia bertekad untuk melakukannya.

"Saya ingin agar Alum Bheg beristirahat dengan tenang setelah dia disimpan di kotak dan loteng selama lebih dari satu abad," kata Dr. Wagner.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved