Bukannya Dilarang, di Lembata Nusa Tenggara Timur Berburu Paus Malah Jadi Tradisi, Begini Faktanya

Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) selain punya keindahan alam yang menawan, juga punya tradisi unik dan mendunia

Bukannya Dilarang, di Lembata Nusa Tenggara Timur Berburu Paus Malah Jadi Tradisi, Begini Faktanya
Netralnews.com
Tradisi Berburu Paus 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) selain punya keindahan alam yang menawan, juga punya tradisi unik dan mendunia, ialah berburu paus.

"Perburuan paus ini sangat diperhitungkan waktunya, tidak semua paus di buru dan hanya menggunakan alat tradisional, tombak," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayan dalam acara launching Festival 3 Gunung, di Kementrian Pariwisata, Senin (7/5/2018).

Ia menceritakan pada KompasTravel betapa uniknya tradisi ini, dan sangat layak dijadikan atraksi wisata yang unik.

Wisatawan mancanegara mengenalnya dengan nama Lamalera Whale Catching Adventure.

Atraksi wisata ini telah turun temurun dilakukan di Lembata.

1. Waktu berburu

Setiap tahunnya rombongan paus bermigrasi dari belahan bumi utara ke bumi selatan.

Satu rute yang dilewati ialah perairan Lembata, yaitu pada Mei-Oktober.

Di rentang bulan itu, menurut Mayan masyarakat mulai melakukan ritual-ritual kebudayaan untuk membaca pertanda alam, kapan datangnya rombongan paus.

"Diawali seremonial pada 29 April-1 Mei sebagai pembuka prosesi. Mereka mulai ritual adat di batu paus, mereka meyakini akan dapat kemurahan (rezeki)," terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved