Breaking News:

Waruga, Situs Pemakaman Kuno Leluhur Minahasa yang Berdiri Sejak Abad ke-9

Saat mengunjungi satu desa di Minahasa, Sulawesi Utara, treveler bakal menemukan komplek pemakaman kuno.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Jejeran Waruga, kubur orang Minahasa kuno, di Taman Purbakala Waruga Sawangan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat mengunjungi satu desa di Minahasa, Sulawesi Utara, treveler bakal menemukan komplek pemakaman kuno. 

Makam leluhur orang Minahasa namanya.

Di pemakaman itu jenazah tidak dimakamkan di dalam tanah, melainkan ditaruh di dalam kubur batu.

Kubur batu itu disebut Waruga.

Kata waruga berasal dari dua kata, yaitu waru dan ruga.

Waru artinya rumah.

Sedangkan ruga artinya raga atau badan.

Jadi waruga artinya rumah tempat raga orang yang sudah meninggal.

Waruga adalah peti yang terbuat dari sebongkah batu besar berbentuk segiempat yang tengahnya diberi ruang.

Peti itu ditutup dengan tutup berbentuk atap rumah.

Tutup peti itu terbuat dari batu juga.



Creatve common
Waruga dengan tutup yang diberi hiasan berupa pahatan

Waruga di desa tertentu memiliki tutup yang polos tanpa hiasan, sementara di desa lain tutupnya diberi hiasan berupa pahatan.

Pahatan itu berupa gambar manusia, hewan, tumbuhan, dan berbagai bentuk hiasan lainnya.

Hiasan itu menunjukkan profesi jenazah.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved