4 Fakta di Balik Keluarga Ulas dari Turki yang Berjalan dengan Kaki dan Tangan

Keluarga ini menjadi pusat perhatian hingga menimbulkan perdebatan di antara para ilmuwan

4 Fakta di Balik Keluarga Ulas dari Turki yang Berjalan dengan Kaki dan Tangan
Unbelieveable Fact
Keluarga Ulas 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ditemukan pada tahun 2005 di sebuah tempat terpencil yang tidak diungkapkan di Turki Selatan, keluarga Ulas adalah subjek dalam film dokumenter BBC berjudul "The Family That Walks on All Fours".

Keluarga ini menjadi pusat perhatian hingga menimbulkan perdebatan di antara para ilmuwan yang memiliki teori berbeda-beda untuk menjelaskan kondisi mereka.

Awalnya, banyak spekulasi mengatakan, kelima bersaudara itu mengalami kelainan genetik yang membuat mereka menggerakkan empat anggota tubuhnya menjadi kaki.

Namun, teori baru mengungkapkan mereka mengalami cacat otak yang membuat sulit untuk berdiri tegak.

Dirangkum dari laman Unbelieveable Fact (18/4/20180, berikut beberapa fakta tentang 5 bersaudara dari keluarga Ulas yang berjalan dengan kaki dan tangan.

1. Keluarga Ulas adalah keluarga Kurdi yang terdiri dari 19 orang

unbelievable-facts
unbelievable-facts

Lima di antaranya menunjukkan gaya berjalan dengan empat kaki.

Lima bersaudara itu terdiri dari empat saudara perempuan, Safiye, Hacer, Senem, dan Emine, dan saudara laki-laki Hüseyin.

Kelimanya berjalan dengan posisi merangkak dengan kaki (bukan lutut) dan telapak tangan.

Cara berjalan seperti itu dikenal sebagai "beruang merangkak."

2. Di antara banyak teori yang dikemukakan untuk menjelaskan cara berjalan yang aneh, ada satu yang paling populer yaitu teori "evolusi" karena gen yang hilang

unbelievable-facts
unbelievable-facts

Menurut Uner Tan, seorang ahli biologi evolusi di Sekolah Medis Universitas Ukurova di Adana, Turki, saudara-saudaranya menunjukkan karakteristik nenek moyang primata kita sebelum mereka belajar berjalan tegak.

Dia percaya itu menjadi "evolusi mundur" dan menyebutnya "Uner Tan Syndrome."

Namun, menurut Nicholas Humphrey, seorang psikolog Inggris, ia percaya bahwa itu adalah ataksia cerebellar.

Otak kecil bertanggung jawab atas keseimbangan dan orientasi spasial.

Jika terjadi kerusakan pada otak kecil, bisa mengakibatkan gangguan dalam keseimbangan dan gaya berjalan.

3. Meskipun berjalan dengan empat kaki, semua anggota tubuh bekerja dengan normal

unbelievable-facts.com
unbelievable-facts.com

Orang tua dari kelima bersaudara ini tidak menganggap anak-anaknya cacat sehingga tidak berusaha memperbaiki cara berjalan mereka.

Empat saudara perempuan dalam keluarga ini juga bisa merajut dan mengerjakan kerajinan tangan wanita pada umumnya

Menurut orang tuanya, kelima anak ini adalah bayi, normal jika mereka merangkak dengan tangan dan kaki.

4. Berbagai upaya dilakukan untuk mengenalkan fisioterapi kepada keluarga ini termasuk mendirikan Yayasan Ulas untuk membantu rehabilitasi mereka

unbelievable-facts
unbelievable-facts

Meskipun kedua orang tuanya tidak yakin anaknya cacat, namun warga desa setempat mengejek Hüseyin bersaudara.

Akibatnya, mereka harus pindah ke sebuah rumah dipinggiran desa karena rumah yang ditinggali sebelumnya dianggap mendapat kutukan.

Bahkan, tidak ada yang membantu mereka saat kehabisan air.

Psikolog Turki, Defne Aruoba, yang terlibat dalam perawatan, penelitian dan menjadi penerjemah mereka, berencana mendirikan Yayasan Ulas untuk menjembatani kesenjangan untuk membantu kehidupan mereka.

Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved