Breaking News:

Kopi Merapi, Kedai di Sleman yang Sajikan Kopi Hasil Perkebunan di Tanah Vulkanik Lereng Merapi

Pasca erupsi 2010, Kabupaten Sleman yang terletak di sisi selatan Gunung Merapi, DI Yogyakarta, menjadi destinasi wisata populer oleh Volcano Tour.

Editor: Sinta Agustina
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma
Warung Kopi Merapi di Dusun Petung. 

Namun erupsi Gunung Merapi pada 2010 lalu membuat rumah dan perkebunan kopi miliknya hancur.

Pasca erupsi, Sumijo pun memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Pria asli Sleman ini lalu mempunyai ide untuk membuat Kopi Merapi.

"Saya kebetulan memang petani kopi di Merapi. Untuk memenuhi hidup sehari-hari keluarga akhirnya saya buat warung kopi," bebernya.

Dua pengunjung saat menikmati Kopi Merapi sambil bercengkrama santai.
Dua pengunjung saat menikmati Kopi Merapi sambil bercengkrama santai. (KOMPAS.com / Wijaya Kusuma)

Namun demikian, ide Sumijo membuka usaha warung kopi Merapi terbentur biaya.

Seorang teman yang mendengar ide tersebut lalu meminjami uang untuk modal.

"Teman saya waktu itu meminjami uang kalau tidak salah, sekitar Rp 3 juta," urainya.

Dengan modal yang cukup mepet itu, Sumijo membuka usaha warung kopi Merapi.

Guna menghemat biaya, Sumijo memanfaatkan metarial rumahnya yang masih bisa digunakan untuk membangun warung di Dusun Petung.

"Saya harus menghemat pengeluaran. Mengumpulkan kayu-kayu bekas rumah yang hancur karena erupsi. Lalu bekas shelter saya bawa untuk membangun warung," ucapnya.

Pada 17 November 2012, Sumijo dan istrinya yang bernama Sukirah secara resmi membuka warung Kopi Merapi di Dusun Petung.

Sumijo menjelaskan konsep yang diusung di warung Kopi Merapi miliknya adalah tradisional.

Artinya, cara pengolahan biji kopi semua dengan cara tradisional.

"Disangrai menggunakan wajan dari tanah liat, bahan bakarnya kayu. Jadi benar-benar dipertahankan tradisionalnya," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved