Sering Diolah Jadi Kebab, Benarkah Daging Domba Lebih Sehat Dibanding Daging Kambing?

Untuk masyarakat Indonesia, sate kambing lebih populer untuk dijadikan menu makanan dibandingkan sate yang berasal dari daging domba.

Sering Diolah Jadi Kebab, Benarkah Daging Domba Lebih Sehat Dibanding Daging Kambing?
Asian Food Channel
Ilustrasi 

Walau lebih tinggi kalori dan lemak, daging domba (tanpa lemak) bisa jadi sumber protein bagi mereka yang menjalankan diet rendah lemak.

Jika semua bagian lemak yang tampak pada daging domba dibuang, rata-rata lemak yang tersisa adalah 3,7 persen dalam keadaan mentah dan 6 persen jika sudah dimasak.

Daging domba lokal banyak berasal dari Pulau Jawa, seperti Garut, Wonosobo, dan Banjarnegara. Peternakan domba juga bisa ditemui di Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, daging domba impor yang dijual di Indonesia biasanya berasal dari Australia.

Daging domba bertekstur lebih empuk dan baunya tidak begitu menyengat dibanding daging kambing.

Biasanya diolah menjadi lamb chop, lamb shank, atau kebab.

Namun, daging domba juga bisa menggantikan daging kambing dalam hidangan tradisional seperti sup, gulai, tongseng, dan sate.

Apakah ini artinya daging kambing tidak sehat?

Anggapan daging kambing yang mengandung kolesterol tinggi sudah terlanjur ada di benak masyarakat.

Padahal, menurut referensi kandungan nutrisi Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA, daging kambing memiliki kandungan kalori, lemak total, lemak jenuh, protein, dan kolesterol lebih rendah dibandingkan ayam, sapi, babi, dan domba.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved