Breaking News:

Akibat Ekonomi yang Melemah, Penduduk Venezuela Ubah Uang Kertas Mereka Jadi Tas Tenun

Negara Amerika Latin Venezuela baru-baru ini mengalami inflasi 13.000 persen yang membuat catatan bank mereka praktis tidak berharga.

Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
turner.com
Uang Venezuela 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Negara Amerika Latin Venezuela baru-baru ini mengalami inflasi 13.000 persen yang membuat catatan bank mereka praktis tidak berharga.

Inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara kaya minyak ini telah mengakibatkan ekonomi melonjak tak terkendali.

Mata uangnya, Bolivar, telah kehilangan 87 persen nilainya terhadap euro.

Parahnya, uang mereka kini menjadi tak berharga karena nilainya yang sangat rendah.

Banyak dari penduduk yang kesal membuang Bolivar di jalan-jalan.

Meski demikian, beberapa penduduk memanfaatkan uang kertas mereka itu menjadi sesuatu yang lebih baik.

Dilansir TribunTravel.com dari laman en.goodtimes.my, seorang pedagang jalanan berusia 25 tahun bernama Wilmer Rojas mengubah uang kertas Bolivar menjadi tas, keranjang, topi dan origami.

(en.goodtimes.my)

Rojas mengatakan "Orang-orang membuangnya karena mereka tidak mampu membeli apapun. Tidak ada yang mau menerimanya lagi. "

Dia menambahkan "Dibanding menggunakan majalah atau koran, mengapa tidak uang kertas? Sebab sekarang sama sekali tidak berharga. Daripada tidak bisa membeli apapun. Paling tidak, saya menggunakanny dengan baik daripada membuangnya. "

(en.goodtimes.my)

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved