Breaking News:

Gila! Benarkah Demam Pepsi Pernah Sebabkan Kerusuhan Jalan dan Kematian di Filipina?

Pernahkah kamu bayangkan sebuah produk minuman bisa menghancurkan sebuah negara?

thevintagenews.com
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Pernahkah kamu bayangkan sebuah produk minuman bisa menghancurkan sebuah negara?

Mungkin terdengar aneh, namun kasus ini pernah terjadi.

Bencana ini muncul setelah Pepsi Cola Philippines Inc mengeluarkan sebuah ide aneh.

Ide itu mencul karena penjualan produk Pepsi yang begitu rendah di Filipina.

Mereka menyebutnya dengan nama Number Fever.

Yakni sebuah permainan dengan beberapa aturan, berdasarkan pada keberuntungan dan keinginan bagi mereka yang ingin kaya secara instan.

Namun sesuatu yang tak beres terjadi selanjutnya.

Ketika nomor pemenang diumumkan, ternyata terjadi sebuah kesalahan besar.

Kesalahan ini menyebabkan ribuan orang Filipina melakukan kerusuhan di jalan-jalan.

Mereka semua percaya jika telah memenangkan undian.

Dilansir TribunTravel.com dari laman thevintagenews.com, semuanya dimulai pada 1992, ketika PepsiCo tidak senang jika Coca-Cola mengalahkan minuman mereka dengan perbedaan besar.

Pangsa pasar adalah 75 persen untuk Coca-Cola dan hanya 17 persen untuk Pepsi.

PepsiCo menciptakan “Number Fever” permainan di Filipina, yang pada awalnya terbukti menjadi solusi pemasaran yang hebat.

Cara mainnya sederhana: bagian bawah Pepsi, Mountain Dew, dan 7 Up berisi nomor 3-digit dan sejumlah hadiah uang tunai, mulai dari 1.000 sampai 1 juta peso.

Hadiah utama adalah 1 juta peso.

Permainan itu langsung menjadi viral dan meningkatkan penjualan minuman Pepsi hingga 40 persen dalam dua minggu pertama.

Semua orang mulai mencoba keberuntungan mereka.

Pemenang diumumkan setiap hari dan tiba-tiba Pepsi menjadi minuman favorit semua orang.

Pada akhir promosi, 31 juta orang telah berpartisipasi dalam permainan, lebih dari setengah populasi di Filipina.

Namun demam berubah menjadi bencana pada 25 Mei ketika Pepsi mengumumkan pemenang akhir dari satu juta peso.

Jumlah pemenang ada 349 orang.

Satu-satunya masalah adalah saat Pepsi salah perhitungan.

Ternyata mereka yang berhasil memenangkan game ini mencapai 490.

Ini berarti terdapat kelebihan 116 pemenang.

Parahnya mereka semua ingin mendapatkan hadiah utama.

Kejadian ini jelas sebuah kesalahan.

Meski salah, perusahaan minuman ini menolak untuk membayar hadiah penuh untuk masing-masing pemenang.

Akibatnya banyak orang Filipina yang tak terima dan turun ke jalan.

Kerusuhan ini dipimpin oleh kelompok yang menyebut diri mereka 349 Alliance.

Jalan-jalan Manila dipenuhi orang-orang.

Lebih dari 30 truk pengiriman Pepsi dihancurkan dan dibakar.

Lima orang meninggal termasuk tiga karyawan di gudang Davao Pepsi yang diserang dengan granat.

Sementara 2 korban lainnya adalah seorang ibu dan anaknya.

Meskipun ada beberapa pemenang yang menerima 35.000 peso hadiah, ada banyak yang percaya mereka pantai mendapatkan lebih dan menggugat perusahaan.

Kejadian ini berbuntut panjang, terutama pada peredaran Pepsi di Filipina.

Produk ini mengalami penurunan yang drastis.

Pada 2006, Mahkamah Agung Filipina akhirnya membebaskan Pepsi Co dari semua tuntutan pidana.

Keputusan akhirnya menyatakan jika tidak ada bukti kelalaian yang ditemukan pada perusahaan itu.

Namun tetap saja perusahaan minuman itu telah mendapatkan kerugian yang besar.

Pertama, mereka harus melunasi pemenang.

Kedua tuntutan hukum yang mereka hadapi sangat panjang.

Ketiga, kerusakan gudang dan truk yang terjadi selama kerusuhan.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved