Laporan Wartawan TribunTravel.com, Tertia Lusiana
TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler taukah kamu dari mana asal rambut yang digunakan untuk wig?
Yup, dari rambut banyak wanita di berbagai dunia, namun pemasok paling besar adalah India dan China.
Dua negara tersebut menjadikan sisa cukuran rambut manusia jadi sebuah bisnis yang menggiurkan.
Dilansir TribunTravel.com dari amusingplanet.com, India, China, dan Eropa Timur banyak membujuk wanita miskin di desa-desa kecil untuk menggunduli rambutnya.
Mereka dijanjikan dengan sejumlah uang yang sebenarnya tak seberapa.
Mirisnya lagi, wanita yang tak mau memotong rambutnya kebanyakan akan dipakasa sang suami.
Anak-anak mereka yang tak tau apa-apa pun akan dipaksa menghabisi mahkota cantiknya dan diganti dengan mainan.
Yang lebih menyedihkan, ada insiden di India, seorang laki-laki hingga tega mengurung istrinya yang tak mau memotong rambut.
Setelah menggunduli barulah wanita tersebut dilepaskan.
Sayangnya kisah di atas bukanlah yang paling menyedihkan.
Yang lebih menggagu adalah banyak orang yang mengatasnamakan pengorbanan agama untuk mendapatkan jutaan dolar.
Dan motif itu sayangnya tak disadari mereka.
'Donor' rambut ini banyak dilakoni mereka si keluarga miskin tanpa menerima imbalan sepeserpun.
Wanita-wanita tersebut percaya rambutnya akan membawa berkan dan menitipkan doa kesehatan suami dan sekolah anak-anaknya.
Padahal kenyataanya rambut mereka dikirim ke rumah-rumah mode yang selanjutnya menjadi wig dengan harga fantastis.
Satunya terletak di Kuil Venkateswara di kota bukit Tirumala di Andhra Pradesh, India.
Kuil tersebut kini jadi kuil terkaya dalam hal sumbangan rambut dari peziarah.
Rata-rata sehari mereka menerima 50.000 sampai 100.000 pemuja.
Puluhan ribu dari mereka mendonorkan rambutnya untuk yang berkedok pengorbanan agama.
Legenda yang beredar, dulunya Lord Vishnu satu dewa pernah tertembak di kepalanya hingga menyebabkan kulit kepalanya botak.
Melihat hal itu, seorang putri surgawi segera memotong sebagian dari rambutnya sendiri, dan dengan menggunakan kekuatan sihirnya ditanamkan ke kulit kepala Lord Vishnu.
Lord Vishnu terkesan dengan pengorbanan wanita tersebut.
Kisah itulah yang kemudian mendiktekkan pada semua pemujanya yang datang untuk menawarkan rambut mereka pada Dewa.
Ada pula versi legenda yang berbeda menyebutkan, Lord Vishnu pernah mengeluarkan pinjaman besar untuk pernikahannya, namun tidak dapat diputar ulang.
Sampai saat ini umat Hindu yang saleh telah membantu Wisnu melunasi hutangnya dengan menawarkan rambutnya kepadanya.
Di masa lalu rambut itu dihanyutkan di singai.
Tapi sekarang rambut-rambut itu justru dijual ke vendor di negara barat melalui lelang online.
Berapa harganya?
Mencapai 3 juta-6 juta dollar atau setara Rp 39 miliar setiap tahun.
Setiap harinya antara 500 sampai 600 tukang cukur bekerja dalam rotasi untuk menggunduli lebih dari 20.000 peziarah.
Keranjang berisi rambut dikumpulkan setiap enam jam dan disimpan di gudang luas.
Rambut itu kemudian diurutkan dan dipisah berdasarkan panjang, nilai, dan warna.
Kemudian dicuci, diobati, dan dikeringkan di bawah sinar matahari.
Nah, rambut orang India sendiri paling banyak dicari karena memiliki tekstur lebih lembut bagai sutera, dan kebanyakan wanita pedesaan yang menyumbangkan rambut mereka tidak pernah menggunakan pewarna atau warna buatan.
Sehingga warna rambutnya masih asli.
Uniknya lagi beberapa rambut belum pernah dipotong sebelumnya.
Untaian terpanjang di atas 18 inci - adalah rambut paling bagus, kira-kira bisa terjual hingga $ 300 - $ 450 atau Rp 3,9 miliar per kilogram.
Rambut dengan kualitas terbaik terkadang dijual seharga $ 800 atasu Rp 10 miliar per kilo.
Rambut yang lebih pendek digunakan untuk membuat saringan minyak atau diekstraksi untuk asam amino.
Fakta yang paling mencolok adalah memutuskan hubungan antara pembeli rambut dan pemasok barang-barang serta pendonor miskin tersebut.
Banyak pemuja yang tidak menyadari jika rambut mereka digunakan untuk membuat ekstensi di negara barat yang jaraknya 7.000 mil dari sana.
Sebagian besar bahkan tidak tahu apa itu hair extension.
Di balik itu, pejabat kuil telah membela keputusan mereka untuk menjual rambut.
Hasil penjualan tersebut menurut mereka kemudian disumbangkan langsung kembali ke masyarakat setempat untuk mendanai bantuan medis, sistem pendidikan, dan proyek infrastruktur penting lainnya.
Kuil Venkateswara hanyalah satu dari banyak kuil India Selatan yang berkecimpung dalam bisnis ini.
Secara keseluruhan, kuil India menghasilkan total lebih dari $ 100 juta atau lebih dari Rp 1 triliun setiap tahun dari penjualan rambut.