Breaking News:

6 Hal di Jepang Ini Ternyata Bikin Turis Asing Kesal, Apalagi yang Terakhir

Bagi traveler yang berencana menyambangi Jepang, bersiap-siap saja menemukan hal yang mungkin kamu tidak suka. Sabar ya.

KOMPAS/FRANS SARTONO
Wisatawan mengenakan kimono di Jepang 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizkianingtyas Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Jepang merupakan negara yang memiliki pesona luar biasa untuk dijadikan tujuan plesiran.

Tak terkecuali bagi wisatawan Indonesia.

Namun, di balik pesona ragam wisatanya, ada beberapa hal yang kurang disukai turis sebagai orang asing di Jepang lho.

Mulai dari moda transportasi hingga cara menandai tempat duduk yang sudah dipesan sebelumnya.

Untuk itu, buat traveler yang berencana menyambangi Jepang, bersiap-siap saja menemukan hal yang mungkin kamu tidak suka.

Yuk simak deretannya berikut, sebagaimana TribunTravel.com kutip dari laman Japan-Talk.

1. Orang-orang sayap kanan

(japan-talk.com)

Jepang punya banyak grup politik sayap kanan yang cukup ekstrem.

Grup-grup ini biasa berdemo di Tokyo.

2 dari 4 halaman

Kamu dengan mudah bisa mengenalinya dari truk dan bus hitam militeristik yang mereka kendarai.

Jika berpapasan dengan mereka, usahakan untuk tidak terlibat.

Juga jangan pernah memotret dari jarak dekat, karena grup ini sering menyerang fotografer.

2. Antrean panjang makan ramen

(japan-talk.com)

Pasar restoran di Jepang sangat kompetitif.

Jika sebuah restoran mendapat beberapa ulasan bagus itu akan memiliki antrean pengunjung yang sangat panjang.

Tidak menutup kemungkinan, toko atau restoran di sebelahnya benar-benar kosong.

Antrean panjang paling umum terlihat untuk makanan gourmet kelas B seperti ramen.

Dilema bagi seorang traveler adalah bergabung atau tidak dalam antrean tersebut.

Namun, dengan antrean yang cukup panjang itu sudah menjelaskan jika restoran kelas B tersebut patut ditunggu dengan sabar.

3 dari 4 halaman

Jadi, meski harus menunggu lama, tapi bisa dijamin restoran yang antreannya panjang itu pasti rasanya enak.

3. Kendala Bahasa Inggris

(jpninfo.com)

Jepang bukan negara yang berbahasa Inggris.

Sebagai turis, ada baiknya kamu mempelajari beberapa kosakata dasar dalam bahasa Jepang.

Jika ada orang Jepang yang cukup baik untuk berbicara bahasa Inggris dengan kamu, maka bersabar dan bicaralah dengannya perlahan-lahan.

4. Memesan atau menandai tempat duduk dengan cara menaruh dompet atau tas

(japan-talk.com)

Di Jepang, orang memesan tempat duduk di restoran dan kafe dengan meninggalkan barang-barang miliknya di atas meja.

Hal ini mungkin tampak seperti kecurangan buat traveler yang tidak terbiasa.

Namun, ternyata ini sudah jadi kebiasaan setempat.

Jepang sangat aman sehingga orang terkadang menggunakan dompet atau tas mereka untuk memesan tempat duduk.

4 dari 4 halaman

5. Sedikit trotoar

(japan-talk.com)

Kota-kota di Jepang seperti Tokyo tumbuh dengan cepat.

Sayangnya, perencanaan tata kota tak menjadi perhatian utama.

Di kota-kota di Jepang, jumlah trotoar relatif sedikit.

6. Kereta yang selalu penuh

(japan-talk.com)

Kereta yang penuh sesak bisa membuat syok sebagian orang.

Namun, banyak traveler yang merasa sesaknya kereta itu tidak terlalu buruk.

Penting untuk tidak membawa tas berukuran besar ke dalam kereta yang penuh.

(startribune.com)

Jika jadwal plesiranmu fleksibel, ada baiknya hindari naik kereta pada jam-jam sibuk.

Namun, jika barang bawaanmu berukuran besar dan tidak punya banyak waktu, Jepang memiliki sistem pengiriman bagasi yang sangat baik yang disebut takkyubin.

Harga layanan ini murah, cepat, dan bisa diandalkan.

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
JepangTribunTravel.com Ikan Shisamo Donburi
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved