Breaking News:

Penting terhadap Sektor Pariwisata, Potensi Wisatawan Muslim Milenial Diprediksi Tumbuh Pesat

Perjalanan wisatawan Muslim generasi milenial di dunia diprediksi akan terus bertumbuh pesat.

Editor: Sinta Agustina
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Panorama Pantai Kuta, kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/6/2016). Kawasan pesisir Mandalika berpotensi menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan dari dampak pembangunan perlu diperhatikan. 

Monas Selalu Diminati Warga

“Seiring dengan pasar Muslim milenial yang terus berkembang, tidak dapat dipungkiri bahwa mereka akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri perjalanan. Penyedia layanan yang ingin masuk ke dalam segmen ini perlu memahami hubungan para Muslim milenial tersebut dengan nilai-nilai yang mereka miliki – seperti keaslian (authenticity), keterjangkauan (affordability) dan aksesibilitas (accessibility), seperti yang diungkapkan oleh penelitian kami – serta memastikan bahwa mereka juga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dari keyakinan mereka,” tambahnya.

Penelitian ini memperkirakan total pengeluaran dari wisatawan Muslim milenial akan mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS pada tahun 2025, sementara secara keseluruhan segmen perjalanan Muslim diperkirakan akan mencapai 300 miliar dollar AS di tahun 2026.

CrescentRating memperkirakan bahwa lebih dari 30 persen wisatawan Muslim pada tahun 2016 merupakan kaum milenial dengan 30 persen lainnya merupakan Generasi Z, yakni kelompok demografis setelah kaum milenial.

Dengan 121 juta pengunjung Muslim internasional pada 2016, sebanyak lebih dari 72 juta wisatawan Muslim merupakan generasi milenial ataupun Generasi Z.

Berdasarkan penelitian tersebut, Arab Saudi, Malaysia dan Turki merupakan pasar perjalanan outbound terbesar bagi Muslim milenial yang tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC).

Jerman, Rusia dan India berada di posisi tiga teratas untuk pasar perjalanan outbound bagi Muslim milenial di negara-negara non-OIC.

MMTR2017 merupakan laporan komprehensif pertama yang melakukan penelitian terhadap meningkatnya wisatawan Muslim milenial di seluruh dunia.

Laporan ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dari pasar Muslim milenial bagi destinasi-destinasi wisata, operator tur, maskapai penerbangan dan industri pariwisata serta perhotelan.

Berita ini telah dimuat di Kompas.com dengan judul Potensi Wisatawan Muslim Milenial Diprediksi Tumbuh Pesat.

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved