Awas! 5 Anjuran Kesehatan Ini Ternyata Salah, Satunya Minum 8 Gelas Air Sehari

Setiap orang pasti ingin tubuh yang sehat dan bugar. Apapun cara akan dilakukan untuk dapat mewujudkannya.

secondwindwater.com
Minum air putih 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap orang pasti ingin tubuh yang sehat dan bugar.

Apapun cara akan dilakukan untuk dapat mewujudkannya.

Mulai dari menjalani diet seimbang sampai dengan olahraga rutin.

Beberapa dari kita juga sering menerapkan keyakinan medis agar tetap sehat.

Misalnya anjuran minum 8 gelas air mineral setiap hari.

Kenyataannya anjuran ini justru salah dan hanya mitos belaka.

Dilansir TribunTravel.com dari laman unbelievable-facts.com, berikut keyakinan medis yang salah dan masih dipercaya sampai sekarang.

1. Orang-orang harus minum setidaknya delapan gelas air sehari.

(unbelievable-facts.com)

Faktanya: Jumlah konsumsi air tiap individu berbeda satu sama lain tergantung pada banyak faktor.

Diantaranya kesehatan seseorang, aktivitas, dan tempat dimana dia tinggal.

Gagasan minum setidaknya delapan gelas air sehari diyakini berasal dari rekomendasi Dewan Pangan dan Gizi pada 1945.

Kebanyakan orang tidak tahu jika ada kalimat lain yang mengikuti rekomendasi ini .

Kalimat itu berbunyi, “Sebagian besar jumlah ini terkandung dalam makanan yang dikonsumsi".

Bagian kedua umumnya diabaikan dan demikian mulai mitos minum delapan gelas air per hari.

Menurut Mayo Clinic, orang perlu minum hanya sebatas yang diperlukan untuk menggantikan ion yang hilang sepanjang hari.

Jumlah air yang hilang tergantung pada berbagai faktor yang berhubungan dengan tubuh dan kehidupan sehari-hari.

Misalnya, orang yang melakukan pekerjaan fisik kehilangan lebih banyak air daripada orang yang duduk di belakang meja sepanjang hari.

Juga, seseorang yang hidup dalam cuaca panas atau lembab kehilangan lebih banyak air daripada orang yang tinggal di cuaca dingin.

Selain dari air minum, tubuh mendapat air melalui berbagai sumber lain seperti buah-buahan dan sayuran yang kita makan.

Jus, susu, dan minuman berkafein memberikan tubuh cukup cairan.

Dan setiap kali tubuh membutuhkan air, otak akan meresponnya menjadi haus.

Bahkan, ada banyak studi yang ada yang menunjukkan konsumsi air yang berlebihan sebenarnya bisa berbahaya bagi tubuh.

Kelebihan air bisa menurunkan tingkat natrium dalam darah menyebabkan keracunan air (juga dikenal sebagai hiponatremia).

2. Skizofrenia menyebabkan seseorang memiliki kepribadian ganda

(unbelievable-facts.com)

Faktanya: Skizofrenia dan gangguan kepribadian ganda adalah dua gangguan mental yang berbeda

Institut Nasional Kesehatan Mental mendefinisikan skizofrenia sebagai gangguan mental kronis dan parah yang mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku.

Orang dengan skizofrenia mungkin tampak seperti kehilangan kontak dengan realitas.

”Orang yang menderita skizofrenia sering menderita delusi dan halusinasi. Mereka mungkin memiliki keyakinan yang salah atau mungkin mendengar atau melihat hal-hal yang tidak ada. Banyak orang menafsirkan aspek skizofrenia sebagai kepribadian ganda".

Sebenarnya, kepribadian ganda, juga dikenal sebagai gangguan identitas disosiatif (DID), adalah penyakit yang sama sekali berbeda.

Seseorang yang menderita DID mengembangkan banyak identitas.

Setiap identitas memiliki suara, perilaku, dan karakteristik tersendiri.

DID biasanya terjadi pada orang yang mengalami trauma parah selama masa kecil mereka.

3. Kita hanya menggunakan 10 persen otak

(unbelievable-facts.com)

Faktanya: kita menggunakan hampir setiap bagian dari otak, dan sebagian besar otak aktif hampir sepanjang waktu.

Satu keyakinan yang paling populer tentang otak adalah mitos jika kita hanya menggunakan 10% dari otak.

Asal usul fakta ini dapat ditelusuri kembali pada 1800-an.

Namun ini adalah informasi yang benar-benar salah.

Penggunaan 10% otak sebenarnya merupakan legenda urban.

Menurut ahli saraf Barry Gordon, kita sebenarnya menggunakan seluruh bagian otak.

Pernyataannya telah didukung oleh berbagai bukti.

Scan otak menunjukkan jika otak kita selalu aktif.

Sedikit kerusakan di bagian manapun dari otak dapat menghasilkan perubahan drastis.

Hal ini tidak akan mungkin terjadi jika kita menggunakan hanya 10% dari otak.

Menggunakan pencitraan otak, dokter telah menemukan fakta ketika kita tidur semua bagian dari otak kita menunjukkan beberapa tingkat aktivitas.

4. Vaksin menyebabkan autisme

(unbelievable-facts.com)

Pada 1998, peneliti Inggris menerbitkan sebuah makalah yang menyatakan vaksin MMR (measles-mumps-rubella vaksin) menyebabkan autisme.

Studi mereka menerima publisitas besar karena banyak anak-anak yang didiagnosis dengan kondisi tersebut.

Meski populer, tak membuat peneliti lain percaya.

Ada beberapa yang juga memulai penelitian mereka sendiri untuk menemukan hubungan antara vaksin dan autisme.

Namun tak satu pun dari mereka menemukan bukti yang mendukung klaim itu.

Kemudian, ditemukan jika peneliti yang menerbitkan studi itu disuap.

Segera jurnal itu ditarik dari peredarannya.

Setahun setelah penelitian di Inggris, ketakutan baru mengenai vaksin mulai berkembang.

Banyak yang berpikir jika zat thimerosal yang digunakan dalam vaksin anak-anak dapat menyebabkan autisme.

Sekali lagi, banyak penelitian dilakukan, namun para peneliti tidak menemukan hubungan antara keduanya.

5. Membaca di lampu yang redup dapat merusak penglihatan

(unbelievable-facts.com)

Fakta: pencahayaan redup tidak menyebabkan efek buruk pada penglihatan kita, melainkan air mata yang keluar lebih cepat.

Saat kecil, kita sering menyelinapkan buku komik untuk di baca di bawah selimut pada malam hari.

Setiap kali tertangkap, kita selalu diperingatkan orang tua jika cahaya redup dapat merusak penglihatan.

Kenyataannya anggapan ini sepenuhnya salah.

Membaca di lampu redup tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mata.

Biasanya, lampu redup membuat sulit bagi mata untuk fokus.

Kondisi ini menyebabkan ketegangan pada mata, dan itulah mengapa dapat menyebabkan kelelahan mata jangka pendek.

Namun tidak merusak struktur atau fungsi mata.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved