Breaking News:

Lezatnya Wingko Babat di Sleman yang Tanpa Pengawet, Rasanya Dijamin Lebih Khas

Melimpahnya panen kelapa di wilayah tersebut, mereka manfaatkan menjadi olahan yang memiliki nilai jual lebih yaitu wingko babat.

Editor: Sinta Agustina
Tribun Jogja/Arfiansyah Panji Purnandaru
Wingko babat 

"2 kg kelapa 1 kg, 1/2 kg tepung ketan 1/4 kg margarin itu menghasilkan 100 wingko babat. Dan kami kemas dengan satu kemasan berisi 10 biji wingko babat," ujarnya.

Lanjut Siswanti, wingko babat produksinya sejauh ini baru memiliki satu varian rasa yaitu kelapa.

Namun begitu, ia menjamin rasanya jauh lebih lezat karena tanpa menggunakan pengawet.

"Rasanya khas orang yang beli pada senang. Yang membedakan ini rasa kelapa, rasanya juga enak. Masih rasa kelapa belum ada varian lain," cetusnya.

KWT yang memiliki delapan anggota ini, selama ini memasarkan produknya melalui warung-warung dan Pasar Pakem.

Mereka juga menerima pesanan dalam jumlah besar, semisal untuk oleh-oleh maupun suguhan hajatan.

"Dua hari sekali produksi. Kadang sehari sekali tergantung permintaan," paparnya.

Berita ini telah dimuat di Tribun Jogja dengan judul Lezatnya Wingko Babat dari Pakem.

Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved