Hasil Laut Melimpah, Potensi Perikanan di Pesisir Barat Selatan Sumatera Semakin Pesat

Selatan Sumatera dikenal sebagai destinasi selancar kelas internasional. Lebih dari 4 ribu nelayan menebar jangkar sebagai mata pencaharian utama.

Hasil Laut Melimpah, Potensi Perikanan di Pesisir Barat Selatan Sumatera Semakin Pesat
Cabana Surf and Stay
Nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, Selatan Sumatera 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Apriani Alva

TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Pesisir Barat, Selatan Sumatera, dikenal sebagai destinasi wisata selancar kelas internasional bagi para petarung ombak.

Tidak heran, wilayah yang memiliki sejumlah spot dengan ombak kuat khas Samudera Hindia ini belum lama terpilih menjadi tuan rumah ajang Krui Pro 2017 yang diadakan oleh World Surf League (WSL).

Ternyata lebih dari itu, kehidupan masyarakat Pesisir Barat juga menarik untuk diangkat.

Memiliki sejumlah 4 ribu nelayan, melaut merupakan aktivitas sehari-hari sebagian besar penduduk di sini.

Aktivitas memancing biasanya dilakukan mulai dari perbatasan Lemong, Bengkulu sampai ke ujung Pulau Belimbing.

Mengenai ikan unggulan, Pesisir Barat menggadang ikan Tuhuk atau dikenal dengan Blue Marlin sebagai ikan ‘jagoan’ wilayah ini.

Biasa diolah menjadi berbagai macam jenis masakan seperti bakso ikan dan gulai, stok ikan Tuhuk melimpah di bulan Februari – Agustus (musim kemarau).

Dengan melimpahnya stok ikan Tuhuk, para nelayan melalui unit dagang mengekspor ikan-ikan ini ke wilayah Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta.

Meskipun secara pengukuran masih dapat terbilang tradisional dengan tidak memiliki ukuran jelas tingkatan (grade) terhadap ikan-ikan hasil tangkapan, perikanan pesisir barat dapat dikatakan menjadi salah satu wilayah prioritas penopang perikanan Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Apriani Alva
Editor: Apriani Alva
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved