TRIBUNTRAVEL.COM - Mendadak saja, Guam, sebuah pulau kecil mungil di Pasifik, melesat namanya dan menjadi pembicaraan seluruh dunia.
Nama Guam meroket setelah Korea Utara ( Korut) menyatakan akan menembakkan rudal balistiknya ke pulau yang merupakan wilayah Amerika Serikat ( AS) itu.
Keadaan seakan lebih mencekam lagi setelah sebuah laporan media di AS, Selasa (8/8/2017).
Media itu menyebut, Korut telah berhasil mencapai tujuannya dalam membuat hulu ledak nuklir yang cukup kecil untuk bisa dibawa oleh rudal mereka.
Lalu muncul laporan media Korut, peluncuran rudal ke Guam direncanakan akan dalam beberapa hari ke depan – jika disetujui pemimpin mereka, Kim Jong Un.
Siapa nyana ternyata satu penghuni pertama Guam adalah manusia-manusia purba dari Indonesia dan Filipina?
Guam merupakan pulau vulkanik dan karang seluas 541 km2 yang terletak di Samudera Pasifik antara Filipina dan Hawaii.
Pulau berpenghuni sekitar 163 ribu jiwa itu merupakan wilayah AS yang "tak tergabung secara adminsitratif."
Itu berarti orang-orang yang lahir di Guam adalah warga negara AS.
Mereka memiliki gubernur dan dewan perwakilan terpilih, namun tidak memiliki hak pilih dalam Pemilu AS yang memilih Presiden, Kongres, dan Senat.
Wilayah ini didominasi oleh pangkalan militer AS yang mencakup sekitar seperempat pulau itu.
Sekitar 6.000 prajurit AS bermarkas di sana.
AS berencana mengerahkan tambahan ribuan prajurit ke pulau itu.
Guam merupakan pangkalan utama AS dalam Perang Dunia II.
Serta tetap menjadi pangkalan penting untuk pengerahan operasi militer AS, yang memberikan akses lagsung ke sejumlah wilayah panas potensial.
Misalnya Laut China Selatan, Korea dan Selat Taiwan.
Inilah gambaran sekilas tentang Pulau Guam.
Pada 2.000 tahun sebelum Masehi, Guam dihuni oleh orang-orang Indonesia dan Filipina.
Sekitar 1521, penjelajah Ferdinand Magellan, yang berlayar atas nama Raja Spanyol, mendarat di Guam.
Pada 1565, Spanyol mengklaim kedaulatan pulau itu.
Namun, pada 1898, Guam memisahkan diri dan bergabung dengan AS dalam Perang AS-Spanyol.
Jepang merampas Guam sesudah mereka menyerang Pearl Harbor saat Perang Dunia II di tahun 1941.
Pada 1944, pasukan sekutu mengambil alih kembali pulau itu, menjadi pangkalan penting AS untuk menyerang Jepang menjelang berakhirnya Perang Dunia II.
Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul Orang Indonesia Purba Pernah Menetap di Guam, Benarkah?