TRIBUNTRAVEL.COM - Kepala Satgas Pantai Kuta, Bali I Wayan Sirna mengatakan, pihaknya sudah sering mengingatkan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta, Badung, Bali.
Hal ini terkait dengan sering terjadinya musibah yang dialami wisatawan ketika di laut belakangan ini.
Terutama untuk lebih waspada dan mematuhi rambu-rambu ketika bermain air di laut.
“Kami sudah sering mengimbau wisatawan agar tidak mandi atau bermain air di daerah yang sudah ada tanda bahayanya."
"Tetapi sering juga wisatawan membandel,” ujar Sirna, Sabtu (5/8/2017).
Imbauan itu, antara lain, dilakukan melalui corong pengeras suara yang terdapat di setiap titik dari kawasan Pantai Kuta bagian selatan hingga di perbatasan Pantai Legian, Bali.
Total pengeras suara yang terpasang sebanyak 14 buah.
Sirna mengatakan, pengeras suara itu juga digunakan untuk memberikan berbagai informasi terkait keberadaan pengunjung yang terpisah dengan rombongannya.
“Kami juga sering berkoordinasi dengan Balawista untuk menunggu wisatawan yang sedang bermain air."
"Harus ditunggu dan standby karena Balawista paham batas aman untuk mandi,” imbuh Sirna.
Sementara itu, Kepala Balawista Badung, I Ketut Ipel mengatakan, akhir-akhir ini ombak di sepanjang pantai sangat besar dan disertai kuatnya arus.
Terkait dengan seringnya wisatawan yang tetap nekat berenang di daerah yang sudah dipasangi tanda bahaya, Ipel mengaku petugas Balawista sudah melakukan upaya preventif.
“Namanya juga orang banyak, anggota kami sudah mengarahkan secara sabar kepada wisatawan yang bersangkutan,” ujar Ipel, Sabtu (5/8/2017) malam.
Ipel mengatakan, petugas Balawista Badung yang bertugas mengawasi aktivitas pantai-pantai di Badung masih kekurangan personel.
Saat ini, total personel petugas Balawista Badung, Bali adalah 168 orang yang tugasnya dibagi ke 24 pos.
Menurut Ipel, idealnya masing-masing pos dijaga oleh delapan orang.
“Tetapi karena jumlah personel yang terbatas, prioritasnya di sepanjang Pantai Kuta sampai Petitenget dengan 5 sampai 6 orang petugas,” imbuh Ipel.
Ipel mengatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan agar bisa ditambah personel agar jumlah petugas yang berjaga di setiap pos ideal.
Satu pos lagi juga siap untuk dioperasikan di Pantai Parerean, sehingga total ada 25 pos.
“Kami sudah ajukan penambahan 15 orang personel di anggaran perubahan.
"Senin akan rapat lagi, semoga bisa direalisasikan tahun ini."
"Kalau tidak, untuk menutupi kekurangan itu, tahun 2018 baru bisa,” imbuhnnya.
Berita ini sudah dimuat di Tribun Bali dengan judul Sering Terjadi Musibah, Wisatawan Diminta Waspada Saat Berkunjung ke Pantai Kuta